diawali oleh notifikasi dari aplikasi bank, bahwa alamat gue berubah. 
ha?!
berubah gimana?, kaya’nya gue sama sekali ga ganti profile apapun di akun bank tersebut. 
setelah gue dapatkan email yang menyampaikan hal tersebut, gue kaget, ternyata bank melakuan perubahan alamat secara sepihak tanpa konfirmasi dari gue.

alamat yang diubah oleh sistem bank, — tampaknya —  menggunakan informasi dari google map.

pada google map, alamat gue merujuk ke sebuah kode pos yang tidak exist. kode pos khayalan buatannya google map aja.



hal ini sudah gue tanyakan ke pt pos indonesia dari tahun 2018, dan response-nya adalah: kode pos yang disematkan oleh google untuk daerah gue: tidak valid.
kode pos tersebut tidak ada di system-nya pt pos indonesia.

jawaban pt pos indonesia
kode pos tak ditemukan

imbas yang langsung terasa adalah surat atau paket yang menggunakan alamat yang dikasih google, kemungkinan nyasar. 
karena setau gue pt pos indonesia menyortir surat/barang berdasarkan kode pos. jadi kalau kode posnya salah, bisa-bisa barangnya di-exclude dari sortiran, sehingga tidak dikirim.

imbas lainnya adalah, aplikasi yang membaca API google map, sudah pasti akan salah menampilkan informasi untuk lokasi rumah gue.

Another post
iklan
iklan

iklan yang dimunculkan oleh xiaomi ini sungguh lah ruar biasah

merakit produk SNI
merakit produk SNI

ketika hendak beli kipas angin bermerek, koq ya harganya mahal. walhasil ketika menanyakan kipas yang harga agak murah, ditawari produk/merek Read more

jakarta – malang lewat tol
rute google map jakarta - malang

untuk pertama kalinya gue nyetir jarak jauh, yaitu dari jakarta sampai ke malang, dan balik dari malang ke jakarta. salah Read more

2FA – two factor authentication
2FA – two factor authentication

dengan semakin maraknya pencurian akun, entah itu akun email, akun gmail, akun yahoo (eh, masih ada yang pakai? :D), akun Read more

sudah coba edit map, dan komplen ke cs nya google map. kalo dari cara mengedit peta, sama sekali ga ada progres.
sementara dari hasil komplen, ditanggapi bahwa akan di-follow up, tapi tanpa ada kejelasan apa hasil follow up-nya.