entah apa yang merasuki gue kemarin.

ketika masuk parkiran gedung, gue malah nungguin palang parkirnya membuka naik. 

karena terlihat ‘bengong’ doang, akhirnya petugas parkirnya bilang “mas! dipencet tombolnya!”

langsung, bagai tersambar petir, gue tersadar. langsung buru-buru pencet tombol strook.

barulah palang terbuka.

kemudian siangnya, masuk ke sebuah lahan parkir. kembali gue sejenak bengong nungguin palang parkirnya membuka.

trus, karena teringat kejadian tadi paginya. gue kemudian buru-buru mencet tombol struk.

untung di belakang gue ga ada yang antre.

apa gara-gara belum selesai menonton “please stand by” ya?

pembayaran parkir (swalayan) nirtunai

sekarang ini tampaknya sudah masuk era layan diri sendiri (self service) dengan kombinasi nirtunai/non-tunai/cashless. salah satu implementasinya adalah pembayaran parkir gedung/mall yang sudah memanfaatkan dompet digital e-wallet dan uang elektronik electronic money. electronic money yang paling awal mungkin adalah pembayaran parkir dengan electronic money (e-money bank mandiri, flazz bca, brizzi bri, tapcash bni dan kartu bank lainnya). […]

rencana cuma jenguk bu de yang sakit di dekat rumah, jadi persiapan ya standar aja, henpon, dompet, sudah.

selesai dari rumah sakit ternyata malah pergi ke mall, dan parkir mallnya ga teralu familiar karena jarang banget ke tempat tersebut.

jaga-jaga, memfoto lokasi penanda parkir.

niat cuma sebentar di mall, malah berkelanjutan lebih dari 3 jam,
beli barang gede, tapi nenteng sendiri.

batere henpon sekarat, dan off.

dari tempat belanja ke tempat parkir, ga tau arah, nenteng nenteng.
untung sudah nandain beberapa toko dekat pintu parkir.

sampe tempat parkir masih bingung, karena nongol di lokasi yang berbeda ketika masuk.

dan, sementara beredar info penyebar keresahan di whatsapp group, “jangan meminjamkan henpon ke pada siapa pun”
jangan mau nolong orang tidak dikenal