robusta v arabica

perbandingan antara robusta dengan arabica

comparison between robusta and arabica
robusta v arabica
Icons made by Freepik and Smashicons from www.flaticon.com is licensed by CC 3.0 BY

dunia kopi

selama ini gue selalu beli kopi dari toko online, entah itu di market place atau di instagram. lalu ketika baca twit dari @dewikr ini gue jadi tahu kalau ada toko kopi di pasar santa, namanya toko dunia kopi.

gue sama sekali belum pernah ke pasar santa, tapi pernah mesen kopi tuku dari pasar santa. jadi ancer-ancer lokasinya sudah kebayang.

saat ini aktivitas gue ga terlalu beririsan dengan lokasi pasar santa, jadi kalau memang ada kesempatan, kaya’nya boleh nih dimampirin ke sana.

nah, kebetulan habis meeting, gue melewati jalan kapten tendean. akhirnya gue putuskan untuk melipir dulu ke pasar santa. berhubung gue ga tahu lokasi persisnya, berhentilah dulu dekat persimpangan wijaya
eh ternyata cuma satu belokan dari situ, sampailah.

sampai di sana, gue sengaja ga nanya ke siapa siapa, jadi gue kelilingin dulu isi pasar santa ini. sebagaimana layaknya pasar, banyak toko dengan bermacam-macam barang yang dijual.
beberapa toko apakah memang tutup atau memang karena masih jam 10 sehingga belum buka.

setelah agak bosan melihat sekilas bagian dalam, tadinya sudah mau bertanya lokasi toko dunia kopi ini, eh ternyata ketemu.
berlokasi di lantai basement dari arah pintu depan.

kios dunia kopi pasar santa
plang nama kios dunia kopi

di toko dunia kopi ini terlihat berderet-deret stoples kaca berisi bermacam-macam kopi. di setiap stoples diberi label nama kopi dan jenis roast-nya serta harga per gram.
kopi arabika ternyata paling banyak dijual dibanding kopi robusta, dan lebih sedikit lagi yang excelsa.
variasi harga ada yang mulai 7.000 rupiah per 100 gram sampai dengan 40.000 rupiah per 100 gram.
lalu selain kopi dari dalam negeri, juga ada kopi luar negeri kaya brazil.

jadi buat gue yang coffee snob yang ga ngerti apa-apa ini, lumayan bingung mau beli apa jadinya 😀

oh iya, ternyata kios dunia kopi ini terkenal sampai ke luar negeri, keren!
benarlah, ga lama gue celingak-celinguk di sana, datang sepasang orang asing dengan tour guidenya. mereka tanya ini itu namun sayangnya bahasa inggris mba penjaganya masih kurang luwes. 

mba penjaga toko kopi
melayani pembeli

lalu datanglah bapak-bapak berbaju kaos, yang ternyata adalah ownernya kios dunia kopi. coba bantu menjawab pertanyaan orang asing tersebut, namun ternyata bahasa inggrisnya ga jauh beda dengan si mbak penjaga sebelumnya 😀

pak suradi, kadang dipanggil “oom” oleh pelanggannya ini, orangnya ramah, dan kocak, juga informatif. 
gue coba minta advise untuk kopi apa nih yang harusnya gue beli, arabika apa robusta. lalu dia menjelaskanlah tentang body, rasa, roast. dan gue ga ngerti 😀
pengetahuan gue tentang kopi memang minim banget.

menimbang belanjaan

 udah gitu kocak, standar oom-oom.
ada pelanggan yang nemenin suaminya, trus ditawari untuk mencicipi kopi dari mesin kopinya. si ibu mencoba mengkonfirmasi “itu kopi pahit khan ya?”
“iya,” kata pak suradi, “ibu mau yang manis? kalo gitu, saya ada tekniknya”
“gimana caranya?” si ibu heran karena mungkin tidak melihat gula atau sejenisnya di situ.
“nah, ibu minum ini, … sambil ngeliat saya …” 
.. dad joke 😀

akhirnya dari pada bingung, gue beli dua varian kopi. semoga bisa jadi langganan.

the sign

salah satu kegiatan manusia di bumi ini adalah berkomunikasi dengan sesama manusia lainnya. baik berkomunikasi secara lisan/verbal maupun secara tulisan.

apa pun jenis komunikasinya yang terpenting adalah tujuannya. apakah pesan tersampaikan dengan baik?, lalu apakah pesan bisa dipahami oleh si penerima pesan?

this is the sign you’ve been looking for

Photo by Austin Chan on Unsplash

untuk mencapai tujuan tersebut, orang menggunakan berbagai cara, ada yang pakai tulisan, ada yang disampaikan saat briefing, atau dikomunikasikan dalam bentuk dokumen khusus.

tapi terkadang ada cara berkomunikasi yang bikin cringe, rasanya ga pas.
seperti tempelan kebijakan dari atasan/owner kepada anak buahnya, tapi ditempelkan di lokasi di mana orang lain (misalnya: customer) bisa melihat.

pengumuman dari hati

gue sebagai pihak ketiga, jadi terjelengar melihat internal memo yang dipajang tersebut.
menurut gue sih harusnya ini disampaikan di dalam internal briefing, internal meeting.

karena hal seperti mengepel, dilarang berkelahi, pakai sepatu itu justru khan bisa masuk ke peraturan perusahaan.
tinggal disampaikan aja setiap meeting/briefing untuk taat pada peraturan perusahaan.

tapi bisa jadi si owner/boss kadang-kadang tidak bisa mengkomunikasikan hal-hal yang dia mau secara verbal, walhasil digunakanlah komunikasi tulisan.
tapi ya tetep aja, jangan ditempel di tempat terbuka sih.

ada beberapa hal memang wajar dibuatkan tulisan/informasi karena lokasi, ataupun targetnya adalah orang yang umum, dan juga tidak adanya orang yang menyampaikan informasi secara regular.

tanpa ijin

sekarang bagaimana si target bisa mendapatkan informasi dengan tepat.
maka peletakan tulisan/peringatan menjadi krusial.

seperti pelarangan menyolok ke colokan listrik yang ada di food court

lain cerita, ada tempelan yang dipakai entah dikomunikasikan buat apa.
seperti tempelan yang dipasang oleh agency/production house, biasanya ditempel di tiang.

apa hal yang ingin dikomunikasikan? penunjuk arah? padahal sekarang sudah ada whatsaap tinggal share location, atau emang fungsinya sebagai iklan/woro-woro seperti halnya tempelan/gantungan dari nama penganten?

lalu, yang niatnya untuk dikomunikasikan, tapi tidak tepat cara dan media penyimpanannya, walhasil jadi miskomunkasi, dan berlarut-larut.

suatu hal yang mungkin bisa dikomunikasikan langsung, mungkin.

unrelated: komunikasi antar pasangan

Older posts