menghitung cashback dan diskon optimal

sekarang ini banyak lulusan S3 marketing harvard di lokapasar – market place dan toko daring – online store

mereka membuat kampanye kembalian tunai – cashback yang membelalakkan mata, sampai-sampai jadi pengen nonjok mata mereka

cashback 50%

maksimum Rp2000

yaelah

diskon 75%

sampai Rp3.000

heleh

benar-benar scam, jebakan betmen.

kupon – voucher dari lokapasar dan toko daring bertebaran,
saking banyaknya kadang jadi bingung sendiri untuk memperkirakan jumlah rupiah sebenarnya dari kembalian tunai atau promo promo tersebut

misalnya di sebuah lokapasar diberikan kupon-kupon berikut untuk berbelanja di toko daringnya.

  • 3% maksimal 150.000
  • 10% maksimal 15.000
  • 7,5% maksimal 70.000
  • 5% maksimal 350.000
hitung cashback optimal

dari formula yang gue pakai di perhitungan tersebut, kalau gue belanja Rp500.000 maka voucher yang harus gue pakai adalah yang cashback 7,5%.

nah, tapi dengan belanja dengan nominal yang berbeda, ternyata harus menggunakan voucher yang berbeda.

misal, kalau berbelanja Rp100.000 ternyata voucher cashback yang 10% yang lebih optimal.

hitung csahback optimal

kalau penasaran mau ikut coba coba, file spreadsheet-nya gue unggah – upload ke google drive, formatnya file openoffice/libreoffice .ods 
hitung real cashback.ods
file ini seharusnya bisa dibuka di excel (versi moderen) tanpa masalah. atau pakai saja google sheet dari google drive.



untuk menggunakannya, tinggal ganti berapa rupiah di kolom belanja.
lalu masukkan persentase voucher dan maksimum cashback tiap voucher-nya. 
setelah itu formula akan menampikan sorotan – highlight pada baris mana cashback yang paling optimal

parameter cashback optimal

mencoba penyewaan powerbank di mall

sudah beberapa kali ketika ke mall, melihat booth penyewaan powerbank. 

karena tidak butuh, ya ga nyobain juga.

nah, kali ini, henpon jadul ini sudah ga kuat lama lama diajak jalan, sehingga baru 2 jam saja sudah muncul peringatan low battery.

mana lagi butuh harus stand by untuk kontak-kontakan beberapa jam ke depan.

kebetulan, menemui booth penyewaan powebank ini.

baiklah, mari coba

pencet instruksi untuk memulainya di layar.
habis itu muncul QR-code. 
hmmm
kalo henponnya ga punya kemampuan baca QR gimana? ga terlihat apakah ada shortlink, atau sejenisnya untuk alternatif QR ini.

setelah ribet, lupa, nyari-nyari apakah henpon gue punya QR-code reader, setelah terbaca, QR code nya membuka playstore.

eh? musti download app?

powerbank rental

lah kalo lagi low battery, kadang henpon yang terpasang setting battery saver, justru mematikan koneksi internet supaya hemat batere.

karena butuh, ayolah diikutin maunya apa.
mari dowload aplikasinya recharge. kembali henpon gue meradang, nanyain ini  mau download pakai paket data, apa nanti aja kalau terkoneksi wifi?
berarti size apk nya gede dunk … . 



setelah terunduh, buru-buru buka aplikasi, 
eh, aplikasi malah masuk mode training dulu.
yaitu mode, yang ngasih tau, icon ini untuk apa, tombol ini untuk apa, terus sampai selesai mode trainingnya, baru bisa appnya dipakai.

beuh

okeh
setelah selesai mode trainingnya, yang gue ga perhatiin, pokoknya pejat pejet biar cepet, untuk bisa segera pakai app nya.
gue langsung mau sewa, tapi ternyata harus topup dulu.

hadeh!
ga bisa ya, langsung bayar sejumlah yang dibutuhkan, ga perlu top-up topup-an?!

tapi karena butuh, hayok lah. topup.

masuk ke topup, tersedia layanan finansial dari bermacam e-wallet/e-money. ovo,  gopay, linkaja, dll.

pencet ke ovo, minimum harus topup 20000.
coba pilih gopay, sama aja minimal harus 20000.
linkaja sama juga, minta 20.000.

malesin banget nyetok uang di hal yang besok besok juga ga dipakai lagi.
cuma butuh <bold><strong>sekarang doang</strong></bold>, nanti nanti gak yakin gue butuh.

walhasil. ya sudah lah, ga jadi.
menggunakan resource terakhir batere gue untuk kirim pesan bahwa gue lowbet, 

uninstall langsung aplikasi recharge nya




menampilkan youtube dari henpon ke tv

semenjak pandemi ini, akhirnya ketambahan satu gadget lagi untuk jadi pengalih suasana, yaitu set top box android. 

stb ini pada dasarnya adalah alat bantu untuk membuat tv normal kita (kalau tidak mau dibilang tv bodoh 😀 ) menjadi smart tv.

sebenarnya untuk urusan cast dari henpon ke tv, lebih sreg dengan google chromecast.
tapi dari pada cabut pasang atau switch antar device, akhirnya coba untuk bisa cast dari henpon ke tv via stb.

karena stb ini operating system-nya adalah android, maka coba di-install dengan aplikasi youtube yang memang dikhususkan untuk tv.
biasanya kalau disediakan playstore nya, maka bisa unduh – download dari android playstore langsung.
kalau tidak ada, terpaksa googling “youtube tv apk

setelah youtube tv ter-install,  di sisi kirinya ada menu, lalu pilih menu setting (yang biasanya bergambar gear – roda gigi). seperti terlihat di gambar, posisinya ada di kiri bawah.



Lalu setelah itu akan muncul sub menu dari setting. di bawah sub menu “Tautkan TV & ponsel“,  pilih menu “Tautkan dengan kode TV“.

kalau ternyata menunya berbahasa inggris, coba cari yang kira-kira artinya adalah “link code

setekah itu akan dimunculkan halaman berisi kode yang harus diisikan di henpon.

catat kode yang diberikan, lalu ikuti petunjuk sesuai yang ada di layar, atau seperti di bawah ini.

buka aplikasi youtube dari henpon

setelah itu tap pada (foto) profile – di sisi kanan atas.

setelah itu akan muncul menu-menu, kemudian scroll sampai ke akhir menu, lalu tap menu “setting“.

Setelah masuk ke dalam menu setting, kemudian pilih menu “Watch on TV” atau mungkin bahasa indonesianya “Tonton di TV

Setelah masuk ke dalam settingan Watch on TV, pilih menu “Link with TV Code” atau mungkin artinya “Tautkan dengan kode TV

setelah itu akan muncul halaman untuk memasukkan kode. kode ini adalah kode yang didapat dari youtube tv.

setelah memasukkan kode dengan benar, tap pada tombol “Link” atau “Tautkan“.

setelah kembali ke halaman dashboard, maka akan muncul icon casttap icon tersebut maka sekarang video yang hendak diputar akan tampil di tv.

Older posts