Terima kasih atas penjelasannya, tapi menurut saya ini pun kegagalan dari pihak LINK dan bank dalam mensosialisasikan sistemnya sehingga masyarakat tidak paham. Ingat, nasabah bank banyak yang orang awam & sehari-hari tidak bersinggungan dengan hal-hal perbankan seperti ini. Saya sendiri selama ini berusaha menghindari ATM LINK karena tahu (dari mulut ke mulut) bahwa ada biaya tambahan. Saya pernah terpaksa pakai ATM LINK karena tidak ada ATM biasa dalam radius beberapa ratus meter dari tempat saya, tapi saya cari tahu dulu dari beberapa artikel dan portal berita tentang berapa biaya transaksinya. Dari beberapa yang saya baca, tidak satupun yang menyebutkan adanya perbedaan LINK himbara dan LINK lain. Semua menyebutkan bahwa cek saldo, tarik tunai, & transfer sesama bank tidak dikenakan biaya alias gratis dan kita taunya semua sama-sama ATM LINK. Contohnya dalam artikel ini https://ekonomi.kompas.com/read/2016/11/01/113000626/biaya.tarik.tunai.di.atm.link.kini.gratis Himbara memang disebut-sebut, tapi tidak dijelaskan bahwa ada LINK Himbara & ada LINK selain Himbara. Dari awal sampai akhir artikel yang digadang-gadang gratis adalah ATM LINK, bukan ATM LINK Himbara apalagi disebutkan ciri-cirinya ATM LINK Himbara. Jadi masyarakat taunya ATM LINK ya LINK saja.

Kalau ternyata begini, wajar kalau banyak masyarakat yang merasa tertipu. 7.500 mungkin keliatannya kecil, tapi 2x kehilangan 7.500 karena ketidaktahuan ini saja sudah 15.000. Dalam sehari ada berapa banyak orang yang kehilangan uang karena ketidaktahuan ini?

Kalau ada orang dari LINK atau bank yang membaca keluhan kami ini, mohon dapat dijadikan bahan pertimbangan untuk memperbaiki upaya sosialisasi ke masyarakat. Terima kasih.