glodok dan kulinernya

sangat senang dapat kesempatan diajak oleh foody untuk foto-foto kuliner di seputaran glodok.

pancoran tea house

ngumpul di pancoran tea house di jalan pancoran, glodok.
gedung ini dahulu adalah apotek, yang juga merupakan salah satu gedung landmark pintu masuk ke pecinan.

oh iya, banyak orang jakarta taunya pancoran itu di jakarta selatan, lengkap dengan patung pancoran-nya.
namun mungkin jarang yang tahu pancoran yang satu lagi, yaitu yang ada di glodok, jakarta barat, berupa nama jalan, jalan pancoran.

untuk foto-foto dan kulineran kali ini, rutenya tidak jauh yaitu di seputaran gang gloria beberapa puluh meter dari pancoran tea house.

pancoran-tea-house-IMG_20180809_085442.jpg

gang gloria

di sepanjang dan seputaran gang ini banyak penjual makanan, kue, buah-buahan, dan toko kelontong, serta tempat potong rambut.
simpelnya, gang ini memang pasar tradisional mini, tapi dengan penjual yang maxi.

gang-gloria-201808IMG_0255.jpg

di ujung masuk gang, ditawari pemilik nasi campur untuk mampir ke warung mereka. lalu banyak penjual kue bulan (moon cake). serta penjual makanan bergerobak; pi oh tim, sek ba.

karena ini gang yang ramai orang lalu lalang, beberapa pedagang menyampaikan ketidaksukaanya kalo kita ngumpul ngeriung (sebelum masuk ke kedai tak,kie), dianggap nutupin dagangannya.

kopi es tak kie

kopi es tak kie

kalau dilihat dari tempelan nama di depannya, ini merupakan kedai nasi campur yang memang menjual es kopi. lalu hype di internet, yang muncul ke permukaan adalah es kopinya.

nasi campur tak kie

yang menjadi daya tarik buat gue adalah cara penyajian kopinya,
kopi yang sudah di dalam boiler, dituang ke gelas, lalu dicampur dengan susu krimer kental manis(?). diaduk dengan gaya yang khusus, lalu disajikan (dengan atau tanpa es – sesuai pesanan).

kopi es tak kie

selain nasi campur dan kopi, kedai tak kie ini sedia bakmi dan beberapa makanan lain.

pangkas rambut ko tang

di gang gloria ini ada tempat pangkas rambut, pemangkas rambut ko tang. ternyata ini tempat potong rambutnya pejabat, yang digadang-gadang kalo potong rambut di sini akan hoki. dari jokowi, ahok, sandiaga uno, djarot, lulung, rizal ramli, dll pernah cukur rambut di sini.

pangkas rambut ko tang

kari lam

di ujung gang gloria, ada semacam foodcourt di mana bermacam-macam makanan dijual, antara lain kari lam ini. kari ini khas medan, yaitu berupa kari ayam atau kari daging.

kari lam

kari lam

mie kangkung si jakung

masih di foodcourt yang sama dengan kari lam, ada mie kangkung si jangkung.

mie kangkung si jangkung

sebagaimana mie ayam biasa, namun mienya disertai kuah yang kental, dan tentu saja kangkung.

gado-gado direksi

gado-gado direksi ini dahulu kabarnya menjadi langganan para direksi direksi bank di sekitar glodok, sehingga diadopsi menjadi nama jual gado-gado ini.

gado-gado-direksi-IMG_20180809_103934.jpg

rujak shanghai encim

balik lagi keluar dari gang gloria, di jalan pancoran ada rujak encim ini adalah rujak seafood, yaitu terdiri dari sayur, cumi-cumi, ubur-ubur, dan saos disertai toping seperti kacang.

rujak encim

~

nah dari perjalanan sekilas menyusuri gang gloria dan sekitarnya, terlihat memang kedai kedai dan penjual dan penjaja makanan ini banyak disinggahi pengunjung. baik ‘turis’ maupun warga sekitar yang nongkrong kongkow ngobrol sama sejawatnya, beberapa terlihat bahkan para lansia yang tampaknya menikmati masa pensiunnya sambil kulineran dan berbagi cerita dengan rekannya.

pengunjung.jpg

sudah lama tidak buka pinterest, dan baru tahu kalau mereka menghapus like button. nah jadi masalah karena pengen liat likes yang …

Read more pinterest like

bandung

kira-kira terakhir ke bandung itu 6 atau 7 tahun lalu. itu pun cuma di seputaran ciumbuleuit s/d dago bawah.
kalo ga salah jembatan pasopati pasupati itu belum ada.

ketika akhirnya kemarin berkendara ke bandung. setelah melewati neraka macet cikarangkarawang, selepas pasteur, waswas nyasar,.. ini jembatan pasupati ini kabarnya nembus sampe arah gedung sate, berarti kalo melewati jembatan ini, akan tidak melewati simpang dago dan sekitarnya.

mana, henpon ngaco gpsnya, google maps/waze-nya bisa memunculkan peta lokasi sekitar, tapi titik kendaraannya tidak bergerak. akhirnya nebak-nebak.

pasupati
jalan layang pasupati (credit : wikipedia)

ternyata semua ingatan gue tentang jalanan di bandung ini sudah bisa dibilang tinggal remah-remah di sudut belakang otak gue. sangat sedikit yang bisa diingat.
padahal nyetir di bandung waktu itu adalah hal biasa, walaupun tidak nyetir tapi yang pasti berkendara ke mana-mana.

lokasi berikut yang bikin kagok adalah jalan braga. kaya’nya dulu arahnya ga begini. sekarang dibuat satu arah kaya’nya.
sempat lihat tulisan pidi baiq yang sering dijadikan background foto di instagram, sayangnya ga sempet berhenti untuk foto di sana.

tapi ya memang bandung macet di kala weekend (emang kapan pernah ga macet? :D)

Older posts