22
Sep
2014
12:09

tua!

itu yang pertama kali muncul di benak gue ketika ada undangan reuni SMA angkatan gue. :D
di undangannya jelas jelas tercantum reuni ke-21 tahun. yang pasti itu bukan udah 21 kali acara reuni. tapi acara reuni di 21 tahun kelulusan dari SMA.

21 tahun.

boedoet 93 photo 10696420_10204669720524810_6893070994307276826_n_zps0167d0d8.jpg

orang-orang yang tadinya satu angkatan, sekarang udah bapak-bapak ibu-ibu di umur berkisar 40 tahunan. 
tapi apa yang terlihat di reuni yang gue -akhirnya- datang? 
yang terlihat; waktu tampaknya berhenti. kelakuan mereka sama seperti mereka masih SMA, gaya ngomong, panggilan nick name, masih seperti yang gue inget dari mereka-mereka 21 tahunan yang lalu. bahkan ada yang bentuk fisiknya ga berubah.

di reuni ini juga ngundang guru-guru yang ngajar kita,
berhubung gue punya daya ingat yang seadanya,  banyak dari guru guru yang gue ngga inget siapa atau ngajar apa, apa gue pernah jadi muridnya apa engga.

beberapa dari mereka masih sehat, ada yang perlu bantuan tongkat atau alat bantu berjalan lain. pasti mereka senang ngeliat murid yang pernah mereka ajar sekarang ada yang jadi dokter, ada yang jadi arsitek, musisi, atau seniman dan wirausaha.

tapi satu yang pasti, ga pernah beruntung untuk bisa dapeting doorprize heheh .

 
11
Sep
2014
20:09

dua hari berturut-turut ini disuguhi pemandangan 4 kali kejadian clash antara dua pengguna jalan. motor dengan mobil, mobil dengan motor. pemandang yang tampak sangat tidak mengenakan untuk dilihat. emosi diumbar-umbar, pengrusakan.

sampai 4x terjadi di depan mata, membuat hal tersebut seperti sebuah (atau empat buah) pertanda.
gue sering banget terseret untuk umbar emosi, mau di jalan raya, di lingkungan, di manapun — jadi inget pernah dijuluki manusia buatan no-18 sama temen-temen kost karena ribut dengan ibu kost. jadi kejadian-kejadian tersebut seperti pengingat ke gue. sudut pandang ditukar, gue jadi orang sekitar yang melihat kebrutalan. 

yup, gue seperti melihat orang bego, berantem dengan orang bodoh. sama-sama tolol.

kondisinya adalah biarpun ada yang benar dan ada yang salah. ketika gue yang mengalami clash tersebut, yang ada setelahnya sih rasa pahit, getir. 
dan biarpun kalau memang gue pada sisi yang benar pun, si orang yang di sisi yang salah itu pun ga tau salah nya apa. entah emang beneran ga tau, atau ga mau tau. beneran ga tau, apa emang bego.
jadi intinya sama-sama merasa ga salah.

akhirnya sejak itu, gue berusaha berubah. gue menjadi yang mengalah, gue yang akan diam tak beradu bacot, gue yang akan mempersilahkan those stupid arse doing whatever his ass want to do. i will not stand in his/her way.

pengecut?

emang. gue ga mau terlihat seperti orang bego. gue akan mengalah dengan nggak ngebikin gue jadi sama rendah sama si bego.
kenapa gue bilang si bego. karena mau argumen apapun, orang-orang kaya gitu mah tetep ga mau kalah. mau adu jotos pun ga menghasilkan apapun, gak akan berpikir bahwa dia salah.
yang ada malah berurusan sama polisi. dan hukum disini bengkok banget. jadi either you are powerfull, sulit untuk engga dijebak sama pihak-pihak berwenang.

kalo ternyata bisa diberantemin secara baik-baik sih mungkin bisa saling membuka pikiran.

tone photo quote-generator-poster-10-of-conflict-is-due-to-the-difference-in-opinion-and-90-is-due-to-wrong-tone-of-voice_zps50897206.png

cuma masalahnya kaya gitu kejadian mungkin 1 dari 100 kejadian. 
dan kalo menilik gue, seperti yang gue bilang tadi bahwa pernah dijuluki manusia buatan no-18, nada suara gue ga bisa tone down, jadi malah ga guna ngajak omong orang yang udah emosian.

jadi penasaran sama mario teguh, kalo dia clash sama orang, beneran ga ya dia pakai nada sopan?

related post: orang-waras dianggap gila karena orang lain yang gila

 

puing photo 1407588306_zpsbca413c5.jpg

 

puing ini adalah benda yang ajaib secara ekonomi.
ajaib, karena harganya gak fix.

karena suatu dan lain hal, ada puing-puing dari rumah yang harus ’disingkirkan’. 
cari-cari info, dapatlah yang mau ngambil puing. tapi gue harus ngeluarin kocek 100ribu per bak terbuka per rit. dan ini harus dua rit untuk bisa puingnya keangkut semua.

gondok? iya.

koq gondok? ya iya, karena gue pernah tau, ada orang yang bongkar rumahnya, malah orang yang mau ngambil puingnya itu yang ngebayar ke yang punya rumah.

aneh khan?

belum lagi, kadang ada yang mau ngambil, ga dibayar, ga ngebayar, gratis.

 photo AIR_20140809_00000_zps10df237d.jpg

 

Komentator

  • orang yg teraniaya:  Gue pernah alami yg lebih pahit lg daripada itu dg lion[~~]
  • jual tas murah:  bener gan. makasih [~~]
  • aldi:  sepi banged... kayak pameran seni instalasi jadinya... dgn seabrek2 tokoh anime/manga harusnya[~~]
  • Ragil Duta:  Saya punya nih beberapa ebook streetphotography. Pernah liat punyanya Thomas Leuthard?[~~]
  • Towab Yusuf:  3G is the great network. [~~]
  • fisto:  iya setuju banget. apalagi kalo beli di real estat yg developernya[~~]
  • aldi:  tapi jangan lupa, cek juga kapabilitas developernya.. sebisa mungkin jangan pilih[~~]

Links

TagCloud