sering sekali mendengar ada barang yang dikirim tidak sampai ke tangan penerimanya. jasa kurir/logistik mengklaim kalau barang sudah diterima, sementara barang tak pernah terlihat wujudnya. 
kalau barangnya barang umum dan banyak tentu masih permisif, tapi kalau barangnya unik, antik, cuma satu-satunya tentu kerugiannya jadi tak ternilai.

 photo 1425445934_zps53c8761e.jpg
beberapa waktu lalu, gue mengunjungi rumah ortu.
ketika sampai di sana, ada petugas pengirim barang yang lagi clingak clinguk. karena tidak terlihat ada orang yang merespon ketukan pintu.
gue tanyain, mau nganter barang buat siapa, dijawab bahwa barangnya untuk [nama],
karena itu nama adik gue, gue respon untuk menerima barang dan menandatangani resi penerimaannya.
dan barang itupun gue terima.
si pengantar barang pun berlalu.

nah
dari situ gue terpikir. inilah celah dari segala kehilangan barang yang dikirim melalui kurir. bahwa penerimanya bukan orang yang berhak menerima.
dan tidak ada semacam sistem yang bisa mengklarifikasi bahwa gue bisa dan boleh menerima barang yang bukan untuk gue.

kalo misalnya di depan rumah ada yang lagi iseng berdiri/nongkrong, terus ada petugas pengantar barang untuk penghuni rumah tersebut. sementara si kurir dengan serta merta mengiyakan barangnya untuk diterima oleh orang yang nongkrong tersebut. ya wasalam aja kalo ternyata si orang nongkrong tadi ternyata bawa barangnya untuk diri sendiri.

toh nandatangani resi juga bisa pake sembarang nama, sembarang asal tanda tangan.

kaya'nya ini yang harus diperbaiki dari segala sistem pengantar barang ini.
biasanya nomor telpon dicantukmkan oleh pengirim dan penerima.
jadi harusnya si pengantar harus dimodali pulsa oleh perusahaannya untuk melakukan penelponan ketika barang akan diserahkan. 

atau paling ekstrim adalah barang didrop dilokasi cabang pembantu perusahaan kurir tersebut, untuk kemudian diambil oleh yang berhak.

 

gue belum pernah ke jogja(yogya)karta

APA?!!! belom pernah ke jogja?!!
ke candi borobudur sih pernah, tapi ga inget pernah ke jogja apa engga :D

ya begitulah.

 

dari yang pernah gue denger di jogja maupun daerah lain di pulau jawa (selain jakarta), ketika menanya arah akan dijawab dengan panduan arah mata angin.
yang jadi pertanyaan bagaimana seorang pendatang bisa tau arah mata angin di lokasi dia sekarang berada? sekarang sih lebih mending karena henpon henpon terbaru sudah mempunyai magnetometer yang bisa mendeteksi kutub magnet bumi.

dan kemarin, gue mengirim surat ke alamat di jogja, dikasih petunjuk tambahan

 photo 1425003388_zpsa12e27f8.jpg

utara kementrian agama
selatan stadion mandala krida

:D

btw, apakah selain 4 arah mata angin standar, apa juga dipakai barat laut, tenggara, dst ?

 

 

lokasi wisata sumba barat yang kita jalani waktu lalu itu cuma 2: kampung tradisional dan pantai.

di kampung tradisional sumba, bisa didapati orang yang sedang menenun membuat kain tradisional, dan yang sudah jadi ditawarkan ke tamu yang datang.
kain tradisional tersebut karena dibuat tanpa bantuan mesin modern membutuhkan waktu lama, sehingga harganya bisa dibilang mahal.

From pub

rata rata isi kampung pada siang hari adalah ibu-ibu dan anak-anak. ibu-ibu nya masak untuk bapak-bapak yang pergi ke sawah/ladang.
jadi bisa dibilang sumber pendapatan mereka itu cuma dari menjual kain, dan sumbangan tamu yang datang (dengan konsep mengisi buku tamu).

beberapa kampung terletak di lokasi terpencil, sehingga tidak dilewati listrik dari PLN(?). yang kemudian mendapatkan bantuan solar panel dari pemerintah daerah.
secara tradisional para penghuni rumah akan menyalakan api di tengah rumah. sebagai sumber cahaya, dan pengusir dingin.

rumah tradisional mempunyai 4 bagian. bagian bawah untuk ternak, ayam, babi. bagian kedua untuk manusia. bagian ketiga untuk bahan makanan, bagian keempat untuk arwah leluhur.

 

di tengah kampung biasanya ada sederetan makam batu yang berderet membentuk seperti lingkaran, walaupun di beberapa sisi atau di lokasi di seputran kampun juga banyak terdapat makam.

makam asli terbuat dari batu tinggi kira-kira semeter dan lebar kurang dari 1 meter. di dalamnya dibuat semacam tempat tidur dari batu juga untuk menaruh mayat.
dari beberapa ada yang makamnya belum berisi, atau sudah berisi kemudian diisi tambahan lagi dengan membobok dinding makam.
makanya yang modern, mereka menggunakan batu bata dan semen biasa untuk mempermudah hal tersebut.

From pub

jadi kalau gak salah mengerti, makam itu bisa diisi bapak, kemudian anaknya (dan sebaliknya), kecuali si anak sudah berkeluarga, maka akan mempunyai makam terpisah.

makam yang modern tampaknya terjadi asimilasi dengan agama kristen, biasanya bentuknya sangat besar, dan dibuat lebih bagus, apalagi ditambah dengan dipasang keramik dan kemudian ditandai dengan salib.

salah satu acara adat di sumba barat adalah pasola, perang-perangan antar kampung menggunakan tombak sambil berkuda.
didi, guide kita bilang, kalo ada yang tewas, ga akan ada hukuman atau ditangkap polisi.

 

pantai di sumba bisa dibilang masih asri, saking asrinya belum ada fasilitas yang memadai untuk orang yang ingin berenang. belum ada tempat bilas, tempat salin, wc.
itu kalau pantainya landai bisa diberenangi.
sebagian besar yang kita kunjungi mempunyai pantai yang berbatu. jadi ya hanya melihat lihat dari atas karang saja.

From pub
From pub
 

lokasi pantai yang di pinggir pulau mempunyai akses yang sangat sangat minim. jalanan belum diaspal, dan juga hanya muat dilewati satu mobil, dengan ilalang tajam di sisi kanan kiri. jadi jangan harap ada penerangan kalau malam.
sama seperti kampung adat yang terpencil, sama sekali tidak ada listrik. jadi ga kebayang kalau malam-malam ada disekitar situ.

Resort at the beach

di salah satu pantai, pantai mandorak, ada lahan yang ternyata sudah ‘dimiliki’ oleh orang asing. serba salah, walaupun orang asing ternyata mereka membantu orang sekitar, sementara pemerintah belum tentu segitunya membantu rakyatnya ‘naik kelas’.

 

related post:

sumba barat, pasir-putih

eksotika alam sumba

 

 

 

Komentator

  • desain rumah minimalis:  artikel yg menarik gan. salam kenal [~~]
  • Info unik menarik:  Keren gan,ane tonton videonya,nice share :) [~~]
  • cK:  Waaah ke Sumba jugaaa! Aku belum bikin postingan soal Sumba. :))) @mas[~~]
  • snydez:  @nat : ya itu, si guide/supirnya agak males nganter kita kesana.[~~]
  • snydez:  @kw : selembar bisa sampe jutaan rupiah :) [~~]
  • kw:  wow asyik ya jalan-jalan ke sumba. Selembar kain sumba berapa ukuran[~~]
  • Natalia:  Waaaa kenapa gak jadi ke Sumba Timur hahahaha... Aku juga pernah[~~]

Links

TagCloud