tirta arsanta – resort & pemandian air panas

salah satu lokasi getaway untuk rehat paling dekat di luar jakarta adalah seputaran bogor. bisa dicapai dalam waktu 2-3 jam, sudah termasuk waktu tempuh dikarenakan macet.

tirta arsanta adalah salah satu tempat tetirah yang berlokasi di sentul. belok ke kanan, ke atas, ke sebuah jalanan kampung sebelum taman bermain jungleland. setelah menempuh jalan kecil, sempit, menanjak dan lumayan jauh, akhirnya tiba di tirta arsanta, wisata air panas natural. jadi disarankan untuk tidak ke sana dengan menggunakan bus besar.

tirta arsanta
tirta arsanta

penginapan ini melingkupi lokasi yang lumayan luas. ada beberapa kamar, satu pendopo, dan ada meeting room yang dilengkapi berbagai peralatan untuk rapat, ada juga mushola yang bisa muat 7 orang dengan imam.

gapura
gapura
bundaran
bundaran

 

kolam air panas di depan setiap kamar
kolam air panas

kalau dari kamar, tidak akan mendapatkan langsung pemandangan gunung dan bukit, karena adanya kolam air panas di setiap kamarnya, privacy, tertutup. jadi jika hendak melihat pemandangan, bisa berjalan sedikit ke arah belakang.

ga tau gunung/bukut apa :D
bukit & gunung di sentul

derau angin di villa tirta arsanta ini pun sering dikira seperti hujan deras. yang on-off berkali-kali. jadi seketika angin bertiup kencang, lalu reda. dan berulang lagi angin kecang beberapa menit berikutnya, yang segera disusul reda.

kolam
kolam
mushola
mushala

pelayanan yang ramah, dan di kamar disediakan toiletries standar sebagaimana layaknya hotel.
lalu di tiap kamar disediakan bathrobe serta celana pendek jika tidak membawa celana untuk berendam di kolam air panas.

saat kemarin, wifi yang tersedia – walaupun connected – tidak bisa untuk browsing. dan sinyal operator selular pun kembang kempis. telkomsel yang digadang-gadang  sinyalnya ada sampai ke kabupaten pun hilang timbul. kesannya sinyalnya pergi ke mana angin bertiup, kadang muncul kadang no service. jikalau mendapat sinyal, koneksi data yang bisa terhubung cuma edge.
yang masih agak lumayan adalah sinyal indosat.

di luar penginapan ada warung yang menjual berbagai macam cemilan, minuman, dan kartu remi atau domino, atau blau untuk cemong-cemong hukuman bermain kartu 😀

jika hendak berwisata outdoor, di sekitar penginapan ada beberapa wisata alam seperti goa gerunggang, serta curug putri kencana.
kalau ke goa harus hiking/trekking, sementara kalau ke curug kencana bisa menggunakan kendaraan.

dahulukan yang keluar

dahulukan yang keluar

begitulah tulisan yang banyak dipampang di berbagai lokasi yang menjadi pintu orang masuk keluar. baik itu di lift, bus kota, dan juga kereta.

beberapa waktu lalu gue berkesempatan menggunakan kereta commuterline di hari libur. dan transit di tanah abang.
ketika hendak turun, belum juga pintu terbuka sempurna, penumpang di bawah sudah mendesak berusaha masuk. sehingga gue kesulitan untuk keluar.

menyedihkan.

setasiun tanah abang di hari libur tampaknya lebih ‘ganas’ dari hari kerja. karena isinya sebagian besar bukan pegawai kantoran yang hendak pulang. tapi lebih ke keluarga yang terdiri dari ibu-ibu dan anak-anak remaja tanggung.

nah pada kesempatan berikutnya, adalah gue yang akan naik ke kereta.
sama seperti tadi, orang-orang berebut naik sebelum pintunya terbuka normal. akhirnya penumpang di atas jadi kesulitan turun.
gue menunggu sampai sudah lega, naik ke kereta, dan whussssh pintu kereta langsung tertutup. tidak sampai 5 detik setelah gue benar-benar di atas kereta.

mungkin ini yang ditakutkan para penumpang yang berebut naik tadi, mereka takut ketinggalan kereta, dan takut ada yang anggota keluarganya masih tercecer di luar kereta, dan ada yang sebagian sudah ada di dalam kereta.
atau hanya sekedar ingin dapat duduk.

yang pasti, ga guna itu segala tempelan anjuran dan himbauan untuk mendahulukan yang keluar/turun.

seluk beluk kopi

sebagai peminum kopi yang cuma sekadarnya, sungguh mendapat pencerahan ketika mendengarkan podcastnya rane yang berbincang dengan riyo mengenai kopi.

gue udah tau bahwa kopi itu ada dua jenis, yaitu arabica dan robusta. tapi ga pernah tahu detail apa bedanya. dan juga ga tau ternyata kopi kopi itu ada yang di-blend, yaitu arabica yang dicampur robusta.

kopi robusta, will definitely pahit. tapi menurut riyogarta, pahitnya robusta adalah pahit enak. beda dengan pahit kopi yang sering diminum oleh peminum kopi ‘hitam’.
sementara kopi arabica, seharusnya tidak pahit, dan jenis ini aman untuk lambung.
dari sisi harga, arabica bisa mencapai 3x harga robusta. tapi dari sisi kafeina, robusta biasanya mengandung caffeine 3 kali lebih banyak.

untuk kedai kopi di sini, yang target marketnya adalah orang indonesia, riyo melansir bahwa biasanya yang disuguhkan itu adalah kopi blend yang komposisi arabica 30 : 70 robusta.
sementara kedai kopi di luar negeri, biasanya komposisi blend-nya adalah arabica 70 : 30 robusta.

kopi
kopi

kembali ke kopi hitam. selama ini beredar mitos bahwa kopi yang enak adalah kopi yang pahit.
nah, sebenarnya ini adalah trick yang dipakai oleh kolonial belanda, yang menjual kopi terbaik ke luar indonesia, sementara kopi grade rendah dijual di dalam negeri indonesia.
kualitas kopi bisa dilihat dari bean-nya, sehingga untuk menyamarkan kualitas, maka coffee bean yang low grade di-roasting sampai gosong, kemudian dijadikan bubuk. karena gosong, maka pasti pahit. di sinilah dimunculkan mitos bahwa kopi enak itu kopi yang pahit.

Older posts
Newer posts