gue akhir-akhir ini sering banget ngelihat motor, bahkan mobil, yang pelat nomornya ditutup-tutupi. ada yang dilakban sebagian, ada juga yang cuma kelihatan setengah, full ditutupi masker.
bahkan ada yang lebih ekstrem, pelat nomornya literally ga ada.

tidak ada pelat nomor

awalnya gue kira itu cuma kejadian sesekali. mungkin satu dua orang yang “nakal”. tapi makin ke sini, rasanya makin sering. kayak jadi hal yang… biasa aja.

ini tampaknya dipicu dikarenakan adanya ETLE (tilang elektronik), yang prosesnya memfoto kendaraan lalu dari pelat nomornya didapati data pribadi pemilik kendaraan, yang lalu tagihan tilang dikirim ke alamat rumah.
jadi, orang-orang ini nutupin pelat nomor ya supaya ga ketangkep kamera itu.

tapi ya terlihat, mereka ini tampaknya aman aja dari petugas.
loe ga perlu alat canggih buat ngecek. cukup lihat sekilas juga udah tau, “oh ini pelatnya ditutupin.”

gue pernah beberapa kali ngelihat, kendaraan dengan pelat ditutup ini lewat di depan polisi. jaraknya deket. bukan lagi ngebut, bukan lagi chaos. ya normal aja lewat. tapi ga disetop. ga ditegur. ga ada gesture apa-apa.

dan dari situ muncul pertanyaan kecil di kepala gue: ini sebenarnya dianggap pelanggaran serius ga sih?

soalnya kalau serius, harusnya ada tindakan langsung kan. apalagi ini pelanggaran yang kasat mata. bukan kayak pelanggaran yang harus nunggu kamera atau bukti rekaman dulu.

atau mungkin… ada semacam “ya udah lah” yang ga diucapin?

gue jadi kepikiran juga, efeknya ke orang lain gimana. karena begitu ada satu dua orang yang melakukan, lalu ga ada konsekuensi yang kelihatan, lama-lama jadi normal. orang lain bisa mikir, “oh, ternyata bisa ya.”

dan akhirnya, makin banyak yang ikut-ikutan.

kayak semacam loophole sosial. bukan cuma soal aturan tertulis, tapi soal apa yang dianggap boleh karena ga ada yang yang memberi sanksi.

unrelated : https://pelatnomor.tumblr.com/

dan di situ gue ngerasa, ini bukan cuma soal pelanggaran, tapi juga soal hubungan antara aturan dan kepercayaan.

karena sistem kayak ETLE itu kan dibangun di atas asumsi bahwa orang akan patuh, atau setidaknya takut dengan konsekuensinya.
tapi kalau ada celah, dan celah itu dibiarkan, lama-lama sistemnya sendiri jadi… kehilangan wibawa.

dan mungkin ini juga bukan sepenuhnya salah satu pihak. mungkin aparat juga punya pertimbangan sendiri. mungkin ga semua bisa ditindak. mungkin ada prioritas lain di lapangan yang kita ga tau.

tapi sebagai dari sudut pandang yang ngelihat, rasanya aneh aja.

Another post
sejuta topan badai!
sejuta topan badai!

seorang kawan menceritakan betapa naik pitamnya istrinya ketika ada permasalahan yang mendasar yang terjadi pada sang kawan. Wealah somplak banget Read more

social media para atlet
social media para atlet

penasaran apakah atlet asian games 2018 itu banyak yang punya akun social media, ternyata banyak, terutama di instagram. bahkan ada Read more

offline google game
offline google game

buat pengguna google chrome, ketika internet lagi putus gak bisa browsing, biasanya diberikan tampilan gambar dinosaurus di browsernya. dan kalau Read more

berkendara tanpa ilmu
sport car

kelakuan pengendara di sini kadang sudah di luar nuril, ga ada otak.

kayak ada sesuatu yang jelas-jelas salah, tapi semua orang sepakat untuk ga terlalu mempermasalahkan.

atau justru, ini bakal jadi hal yang makin biasa, sampai akhirnya kita lupa kalau dulu itu dianggap pelanggaran.