ketika mencetak laporan penggunaan KUE (kartu uang elektronik) e-money di mesin KUE di halte transjakarta, gue sempet expect hasilnya bakal rapi. ya minimal urut lah, dari transaksi paling terbaru ke lama, atau sebaliknya.

ternyata nggak.

yang keluar itu kayak… acak. ga jelas ini diurut berdasarkan tanggal, jam, atau mungkin berdasarkan mood mesinnya :))

yang dicetak ga urut. dan ga tau itu urutannya berdasarkan apa.

struk laporan KUE e-money

gue sempet bengong beberapa detik liat struknya. kecil, panjang, isinya banyak, tapi susah dicerna. padahal niat awal gue simpel: pengen nyatet pengeluaran dari e-money ini. biar tau dipakai buat apa aja e-money ini.

sebenarnya bisa aja sih dibaca manual. satu-satu. terus gue catet ulang sesuai yang tampil. tapi masalahnya, karena urutannya ga jelas, ada kemungkinan gue bakal nyatet transaksi yang sama dua kali, atau malah kelewat.

dan itu lebih bikin pusing lagi.

akhirnya gue mikir, “yaudah lah, pake cara lain aja.”

gue inget sekarang hampir semua orang pake whatsapp. dan di dalamnya sekarang ada AI juga, yang disediain gratis sama meta (perusahaan induk whatsapp), yaitu meta.ai.

jadi gue coba eksperimen kecil.

gue foto struk laporan penggunaan e-money tadi. terus gue kirim ke chat, dan gue kasih perintah (istilahnya : prompt) simpel: minta diubah jadi CSV, terus diurutkan berdasarkan tanggal.

ga expect banyak sebenernya. paling ya hasilnya setengah berantakan juga.

eh ternyata… bisa.

voilla, jadi!

hasil OCR dan sort struk e-money di meta.ai


hasilnya langsung berbentuk tabel.
tiap transaksi kebaca, terus diurutin dengan lebih masuk akal. dari situ gue tinggal copy aja ke excel, atau ke tools lain yang bisa baca CSV.

beres.

yang tadinya gue kira bakal makan waktu lama, jadi cuma beberapa menit.

yang menarik buat gue bukan cuma soal “AI bisa bantu”. tapi lebih ke gimana sesuatu yang tadinya bikin bingung, ternyata bisa disederhanakan banget dengan cara moderen! pakai AI (akal imitasi – artificial intelligence).

dulu mungkin gue bakal mikir, “yaudah lah manual aja.” atau mungkin bikin script sendiri (yang ujungnya malah ga jadi). sekarang, tinggal foto, kirim, kasih instruksi, selesai.

kayak ada layer tambahan antara kita sama data. layer yang bantu nerjemahin sesuatu yang berantakan jadi lebih bisa dipahami.

Another post
mimpi
sleeping dreaming

mimpi adalah kembang tidur. apa hubungannya ke-random-an dengan kembang, ya?

drama di ugd
drama di ugd

gue menilai perlu adanya psikolog di igd dan untuk petugas igd. di balik tirai sebelah gue, ternyata anak smp yg Read more

bandung
bandung

kira-kira terakhir ke bandung itu 6 atau 7 tahun lalu. itu pun cuma di seputaran ciumbuleuit s/d dago bawah. kalo Read more

penunggu rumah sakit
penunggu rumah sakit

beberapa waktu terakhir ini beberapa kali jadi penunggu pasien di rumah sakit, dengan berbagai macam kelas rawat inap. beberapa rumah Read more

dan mungkin itu juga yang bikin gue agak mikir.
kadang bukan datanya yang susah. tapi cara penyajiannya.
dan kadang, kita cuma butuh alat kecil buat ngerapihin itu semua.

ya walaupun tetep ya… gue masih ga ngerti kenapa mesin KUE itu nyetak laporan dengan urutan yang ga jelas begitu :))