lagi olahraga pagi, lalu lihat ada gerobak yang dikerubungi banyak orang.
awalnya kirain jual makanan viral. es teh, dimsum, atau apalah yang sedang ramai di tiktok.
pas didekati, ternyata bukan makanan.
parfum.

yang merubungi bukan cuma ibu-ibu, tapi juga anak-anak sekolah. mulai dari yang kelihatan masih anak sd sampai smp.
ini cukup aneh buat gue.
beberapa waktu lalu fenomena ini bahkan sempat dibahas media, karena pembelian parfum di kalangan anak muda dan pelajar memang meningkat. parfum yang dulu identik dengan orang kerja, sekarang sudah jadi barang wajib buat anak sekolah.
dan selain menjual repackage dari parfum botolan asli ke botolan yang lebih kecil (misal: 2ml, 5ml – decant), ada yang ‘menjual’ per sekali semprot! O_O
yang lebih menarik, fenomena ini muncul ketika banyak orang bilang ekonomi lagi tidak baik-baik saja.
dalam teori ekonomi ada istilah lipstick effect. ketika kondisi ekonomi sulit, orang menahan pembelian besar, tapi tetap membeli “kemewahan kecil” yang masih terjangkau. dulu contohnya lipstik. atau bisa juga kopi, skincare, atau parfum.
jadi mungkin bukan berarti daya beli sedang kuat. bisa jadi orang hanya mencari sedikit rasa senang yang masih mampu dibeli. bahkan parfum termasuk salah satu contoh yang sering disebut dalam fenomena tersebut.
sungguh aneh.
beras, telur, dan kebutuhan sehari-hari makin mahal. tapi yang ramai dibeli justru parfum.
mungkin memang bukan soal wangi.
apakah ini juga soal fomo?. mungkin juga.
karena di zaman sekarang, kadang yang paling menakutkan bukan ketinggalan uang.
tapi ketinggalan tren.

