gue dapat kesempatan untuk pakai mobil electric.
jauh sebelumnya memang sudah sempat cari tahu cara nyetir mobil electric.
terutama gara-gara kabar penyebab kecelakaan maut kereta di bekasi gara-gara sopir taksi electricnya ga ngerti (cara nyetir) mobil electric.
kesimpulan gue setelah dapat beberapa referensi, ternyata, nyetir electric vehicle (EV) mirip banget sama mobil matic, cuma ada satu‑dua perbedaan kecil yang harusnya sih bisa diatasi.

dari pengalaman gue menyetir mobile electric (EV) tersebut, ada beberapa hal yang jadi catatan;

feel

mobil electric yang gue pakai, ternyata sudah ‘kontak’ dengan key carnya.
jadi ketika didekati, pintu langsung unlock, spion membuka.

nah ketika sudah masuk, kemudian gue bingung, ini mobil udah nyala kah ‘mesin’ nya?

akhirnya setelah lihat tulisan di HUD : ready, oh berarti sudah ‘nyala’ nih mobilnya.

ya bayangin aja, engga ada lagi bunyi mesin seperti mobil biasa, jadi tau dari mana kalo sudah ‘nyala’?

Kompas.com/Donny

persneling & gear

mirip seperti mobil matic, EV pun sebenarnya matic, sehingga persnelingnya pun sama, yaitu ada gear N – P – D – R.
cuma mungkin ada yang bentuknya beda dari persneling biasa.

mobil electric yang gue pakai tersebut, persnelingnya bundar, sehingga untuk pindah gigi, itu diputar-putar.

awalnya kagok, namun setelah diperhatikan, untuk posisi gear itu tampil di HUD kendaraan, jadi tinggal lihat ke HUD, sudah langsung tau posisi gigi saat itu.

namun untuk pengendara yang belum pernah pakai matic, maka benar-benar harus paham terutama D dan P, karena N dan R harusnya ada di kendaraan biasa.

D itu adalah transmisi gigi untuk maju, biasanya di kendaraan biasa diwakili oleh angka 1, 2, 3, 4 atau 5.

dan gigi P diperuntukkan ketika mobil berhenti, sebaiknya ketika parkir, bukan karena berhenti di lampu merah.

electric brake

di mobil biasa ada hand brake yang biasanya bentuknya tuas untuk ditarik dengan tangan,
tapi di EV, diganti dengan electric brake, bentuknya tombol aja.

di beberapa sumber yang gue dapat, ketika gear pada posisi P, maka electric brake akan on.
lalu jika gigi dipindah jadi posisi D, maka electric brake-nya akan off.

tapi ternyata pada mobil yang gue pakai, electric break-nya tidak otomatis off ketika di-switch ke D.
makanya sempat heran di awal, koq mobilnya ga jalan.
ternyata electric brake nya on, walaupun sudah di D.

untuk on off-nya tinggal pencet tombol electric brake tersebut.

kabin

mobil yang gue coba tadi, ketika masuk ke dalam kabin terasa lega, padahal mobilnya ga besar.
area bawah dashboard blong aja, ga seperti mobil biasa yang di bawah dashboard ada macam-macam.

Another post
iklan
iklan

iklan yang dimunculkan oleh xiaomi ini sungguh lah ruar biasah

beralih menggunakan email dengan domain sendiri
beralih menggunakan email dengan domain sendiri

gue sangat heran dengan instansi atau event atau bahkan personal yang sudah mempunyai domain sendiri, tapi masih 'menggunakan' email dari Read more

mengupload video di google photos ke youtube
mengupload video di google photos ke youtube

seringkali user biasa merekam video pada handphonenya kemudian ingin mengupload video-video tersebut ke youtube. dari android, sebagai kepanjangan tangan google, Read more

restore big file dan database mysql
restore big file dan database mysql

restoring large file, and large dump database sql is pain in the ass


Secara keseluruhan, pengalaman mengemudi EV ini terasa normal seperti mobil matic biasa—hanya sedikit penyesuaian pada brake dan penempatan tombol.
Kalau loe mau coba, ingat saja: cek persneling, cek electric brake, dan tunggu “Ready” di HUD. Selamat mencoba!