kegunaan NAS untuk personal

NAS – Network Attached Storage,  artinya adalah media penyimpanan data yang tersambung dengan jaringan.

kita mengenal adanya media penyimpanan data seperti USB flash drive, hard disk.
diska lepas USB – USB flash disk – USB flash drive, dari namanya saja sudah menyandang kata ‘lepas’, maka USB flash disk adalah media penyimpanan yang bisa dibawa-bawa untuk disambungkan dengan gawai seperti komputer baik komputer biasa, atau komputer jinjing – laptop. atau bahkan sekarang USB flash disk bisa dicolokkan ke TV.

ada juga hard disk,  yang normalnya berupa hard disk internal yang terpasang langsung di dalam komputer,  dan tentu saja ada hard disk external,
untuk hard disk external mirip seperti diska lepas USB, yang bisa dilepas-pasangkan dengan gawai lain.

NAS sendiri sebenarnya sama seperti hard disk ataupun USB flask disk, namun alih alih tercolok ke gawai secara langsung, NAS tersambung ke jaringan melalui network router.
dan NAS juga akan selalu berada di dekat network router tidak dibawa-bawa, tidak dipindah-pindah.

untuk rumah yang sudah terpasang jaringan, baik LAN – Local Area Network ataupun umumnya ter-cover oleh jaringan Wi-Fi, dengan menggunakan NAS maka gawai seperti laptop, handphone bisa mengakses data di NAS secara jaringan, baik jaringan kabel maupun nirkabel – wireless. bahkan jika mempunyai TV atau TV Box yang bisa terhubung ke jaringan, maka kemungkinan bisa mengakses NAS.

sebagaimana hard disk external atau USB flash disk, data di dalam NAS baik dokumen, foto, sound, lagu, video, dll akan bisa diakses secara normal dari komputer, dengan cara me-mapping folder di NAS seperti drive atau mount di komputer.

lalu jika dari henpon genggam – henpon, biasanya ada mobile aplikasi – app – bawaan dari produsen NAS yang dipakai. atau bisa menggunakan aplikasi file explorer untuk mobile phone.

dan juga, jika biasanya sering tidak tahu mau diapakan foto foto, video, dokumen yang ada di handphone, dengan terkoneksi ke NAS, maka file, image, dan video di mobilephone bisa di-copy di-backup ke NAS. lalu  dokumen, file, dan image tersebut bisa dihapus dari henpon,  untuk menghemat storage di henpon.

NAS untuk penggunaan personal

selain bisa diakses dari jaringan lokal di rumah, beberapa produsen NAS menyediakan fitur untuk bisa diakses dari internet. seperti layaknya kita mengakses google drive, atau file di dropbox.
jadi benar-benar memudahkan pengaksesan data dari manapun. biasanya disebut cloud storage.

beberapa NAS yang bisa menjadi pertimbangan antara lain;

Western Digital My Cloud

produk WD My Cloud, dulu namanya WD My Book Live, adalah produk NAS yang benar-benar sudah tidak perlu pusing, karena ketika dibeli sudah satu paket antara sistem NAS nya dan hard disknya. tinggal memilih mau kapasitas berapa.

WD My Cloud

jadi karena sudah satu paket, ketika mau menambah kapasitas, lumayan repot karena tidak ada mekanisme yang mudah untuk copot pasang hard disk.

Synology

produk Synology, ini adalah produk NAS yang hanya menyediakan sistemnya saja. jadi harus beli hard disk terpisah.
namun ini jadi kelebihan tersendiri, karena hard disknya bisa dicopot-pasang untuk kemudian disimpan, di-archive.

synology personal J series

QNAP

produk QNAP ini sejenis dengan synology, yaitu hanya menjual sistemnya saja, sementara untuk hard disknya dibeli terpisah

QNAP

DIY

haha, DIY ini bukan merek, tapi do it yourself. jadi jika memang produk produk di atas masih dianggap overkill, ada beberapa alternatif.

di lokapasar – online marketplace kalau search “NAS” ada beberapa produk yang menjual sistem NAS untuk external hard disk, USB flash disk. yang koneksinya menggunakan USB.

sehingga bisa memanfaatkan externah hard drive atau diska lepas USB yang nganggur.

lalu jika mempunya raspberry pi 3 atau 4 bisa dioptimalkan untuk dijadikan NAS sistem juga. sila cari di youtube ada beberapa video yang bisa jadi inspirasi pembuatan NAS dengan raspberry pi.

Header Feature Image by akitada31 from Pixabay

Comments

  1. Dulu banget sempat mau bikin ini. Sudah beli perangkat keras. Sudah saya coba tapi kontrol melalui layar TV.
    Buat apa? Menaruh lagu hasil bakaran CD saya dan CD teman.
    Lha kan belum ada streaming waktu itu. iTunes belum dibuka untuk akun Indonesia.

    Sekarang gak kepikiran bikin ginian. Tapi kemarin terpikir setelah sepekan belakang koneksi ISP sering mati padahal orang serumah bekerja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *