bangku di stasiun kereta commuterline

gue pernah merasakan apa yang orang sekarang sebut commuterline itu adalah krl. jaman gue masih bolak balik naik kereta dari gambir atau cikini ke stasiun depok, ui, pondok cina, cibinong. zaman pintu kereta jarang ada yang (bisa) nutup, banyak yang jualan, ngamen, bawa barang asongan dan bahkan tenak, jaman orang masih banyak yang naik di atap […]

Read more bangku di stasiun kereta commuterline

dahulukan yang keluar

dahulukan yang keluar

begitulah tulisan yang banyak dipampang di berbagai lokasi yang menjadi pintu orang masuk keluar. baik itu di lift, bus kota, dan juga kereta.

beberapa waktu lalu gue berkesempatan menggunakan kereta commuterline di hari libur. dan transit di tanah abang.
ketika hendak turun, belum juga pintu terbuka sempurna, penumpang di bawah sudah mendesak berusaha masuk. sehingga gue kesulitan untuk keluar.

menyedihkan.

setasiun tanah abang di hari libur tampaknya lebih ‘ganas’ dari hari kerja. karena isinya sebagian besar bukan pegawai kantoran yang hendak pulang. tapi lebih ke keluarga yang terdiri dari ibu-ibu dan anak-anak remaja tanggung.

nah pada kesempatan berikutnya, adalah gue yang akan naik ke kereta.
sama seperti tadi, orang-orang berebut naik sebelum pintunya terbuka normal. akhirnya penumpang di atas jadi kesulitan turun.
gue menunggu sampai sudah lega, naik ke kereta, dan whussssh pintu kereta langsung tertutup. tidak sampai 5 detik setelah gue benar-benar di atas kereta.

mungkin ini yang ditakutkan para penumpang yang berebut naik tadi, mereka takut ketinggalan kereta, dan takut ada yang anggota keluarganya masih tercecer di luar kereta, dan ada yang sebagian sudah ada di dalam kereta.
atau hanya sekedar ingin dapat duduk.

yang pasti, ga guna itu segala tempelan anjuran dan himbauan untuk mendahulukan yang keluar/turun.