kemungkinan besar, ada satu barang yang hampir pasti ada di tiap rumah, dan jumlahnya biasanya lebih dari satu. bukan karena kita butuh banyak sekaligus, tapi karena keadaan yang memaksa.

kalau di rumah gue, barang itu adalah lem korea.
super glue yang lengketnya bener-bener minta ampun.
sebotol kecil yang harganya murah banget, tapi daya rekatnya kadang bikin geleng-geleng kepala.

masalahnya, lem ini punya siklus hidup yang menyebalkan. tiap kali habis dipakai, sisa lem di lubang jalurnya bakal mengeras karena kena udara.
pas mau dipakai lagi, jalurnya sudah mampet total. dicoba tusuk pakai jarum atau bikin bolongan baru pun, kadang cairannya tetap keras kepala dan susah keluar.
ujung-ujungnya, jalan pintasnya cuma satu: beli baru lagi :D.
makanya di laci rumah bisa numpuk sampai tiga atau empat botol lem korea yang sama, semuanya setengah penuh tapi tidak bisa dipakai.

[insert Adsense]

Another post
drama di ugd
drama di ugd

gue menilai perlu adanya psikolog di igd dan untuk petugas igd. di balik tirai sebelah gue, ternyata anak smp yg Read more

pertama kali ke ikea
pertama kali ke ikea

akhirnya kesampaian juga datang ke ikea sebagaimana layaknya penduduk jakarta dan sekitarnya*) 😀 datang beberapa menit sebelum jam buka (buka Read more

penunggu rumah sakit
penunggu rumah sakit

beberapa waktu terakhir ini beberapa kali jadi penunggu pasien di rumah sakit, dengan berbagai macam kelas rawat inap. beberapa rumah Read more

tren akan berakhir
tren akan berakhir

beberapa hal menjadi tren, namun tak lama akan tak ter'dengar' lagi.

gue kadang mikir, lem korea ini sebenarnya aneh. apakah ini sebuah produk massal yang emang legit diproduksi secara global, atau cuma sejenis lem yang kebetulan terkenal gara-gara getuk tular alias viral dari mulut ke mulut?
anehnya lagi, distribusi barang ini luar biasa masif. banyak banget toko yang jualan lem korea ini.
loe bisa nemu di toko bangunan, warung kelontong, bahkan di pedagang asongan pinggir jalan atau di lampu merah pun ada yang nawarin. yang bikin heran, mau loe beli di toko bangunan gede atau beli dari asongan di jalanan, kualitas super glue yang loe dapet itu rasanya tetep sama. bener-bener lengket minta ampun. sekali jari loe belepetan kena cairannya, bersihinnya setengah mati dan butuh perjuangan banget.

tapi ada satu hal yang paling bikin gue gagal paham dari benda ini. namanya.
namanya lem korea, tapi kalau loe perhatiin kemasannya baik-baik, tidak ada hangul korea sama sekali di sana.
tulisannya malah pakai kombinasi huruf kanji mandarin dan katakana jepang.
bener-bener sebuah ironi kosmik yang lucu. jadi sebenarnya, ini itu lem korea, lem cina, atau lem jepang? atau jangan-jangan aslinya malah buatan lokal yang dikasih bumbu internasional biar keren? entahlah. kita mungkin tidak akan pernah tahu asal-usul pastinya, tapi yang jelas, dia tetap jadi penyelamat sekaligus musuh kecil di sudut laci rumah kita. mungkin besok-besok pas mampet lagi, gue bakal pasrah dan beli botol kelima di lampu merah terdekat. 😀