ga tau ya, ini gue doang atau emang desainnya yang agak… ngeselin.

jadi waktu itu gue lagi di stasiun kereta, niatnya simpel: mau ke arah jakarta kota.
udah kebayang harusnya tinggal liat papan petunjuk, terus jalan/naik ke peron yang sesuai. harusnya.

tapi ternyata ga sesimpel itu.

penunjuk arah tujuan kereta

di papan penunjuk arah itu, ada tulisan tujuan dan peron. dan entah kenapa, mata gue langsung nangkep bagian kiri atas dulu. terus otomatis gue sambungin ke bagian kiri bawah. kayak baca dua potong informasi yang secara visual “deketan”, padahal sebenarnya bukan satu kesatuan.

jadi di kepala gue, “jakarta kota” itu arahnya ke kiri, ke peron 2.

gue jalan ke peron 2 dengan pede.

dan ya, tentu saja… salah peron. ;(

pas balik lagi, turun lihat lagi petunjuak arahnya, baru ngeh. ternyata kalau dibaca dengan benar, keseluruhan bagian atas itu satu konteks. dan “jakarta kota” justru harusnya ke kanan, ke peron 1.

di situ gue mulai mikir, ini salah gue, apa salah desainnya ya?

karena jujur aja, cara otak gue (dan mungkin banyak orang lain) baca sesuatu itu bukan dari struktur logis dulu, tapi dari posisi visual. mana yang kelihatan paling “nyambung”, itu yang diambil duluan.

dan lucunya lagi, arah tujuan yang satu lagi, format informasinya kebalik.
yang ditampilin duluan itu “peron 2”, baru dilanjut dengan tujuan: manggarai, depok, nambo, bogor.

padahal secara natural, orang tuh mikirnya: “gue mau ke mana?”, baru setelah itu “harus ke peron berapa?”

bukan sebaliknya.

jadi pas liat “peron 1” gede di atas, otak gue belum punya konteks. kayak dikasih jawaban sebelum pertanyaan. alhasil ya ga kepake.

gue jadi sadar, kadang yang bikin kita nyasar itu bukan karena kita ga bisa baca, tapi karena cara informasinya disusun ga ngikutin cara orang mikir.

kayak ada gap kecil antara desain dan kebiasaan manusia.

dan gap kecil itu cukup buat bikin orang salah jalan … atau bahkan naik kereta yang salah.

mungkin ini hal sepele. cuma papan penunjuk arah doang.

tapi di momen itu, rasanya kayak diingatkan lagi: informasi itu bukan cuma soal apa yang ditulis, tapi juga gimana urutannya, gimana posisinya, dan gimana orang bakal nangkepnya dalam beberapa detik.

karena di tempat kayak stasiun, orang ga punya waktu buat “mikir lama”.

Another post
unpopular opinion
unpopular opinion

untuk bisa menyuarakan opini yang berbeda dengan kebanyakan, elo harus seseorang. karena ketika elo bukan siapa siapa, elo hanya serpihan debu doang Read more

dahulukan yang keluar
dahulukan yang keluar

dahulukan yang keluar begitulah tulisan yang banyak dipampang di berbagai lokasi yang menjadi pintu orang masuk keluar. baik itu di Read more

penggemar
penggemar

buat seorang fan, adalah kebahagiaan tidak terkira ketika bisa bertemu dengan idolanya. dan lebih bahagia lagi ketika idolanya ternyata aware Read more

progressive
progressive

progressive yang gue maksud bukan genre rock band. tapi jenis lensa kacamata. sekitar awal tahun 2017, dokter mata sudah mendiagnosa Read more

mereka cuma lihat sekilas, ambil keputusan, lalu jalan.

dan ya… kadang keputusan itu bisa meleset, cuma gara-gara salah sambung antara kiri atas dan kiri bawah :’)