self service checkout

membaca tweet @dinadimu bahwa betapa menyebalkannya mengantri di sebuah gerai kfc, karena panjang dan lama. 

oh, jadi ternyata belum semua kfc mempunyai mesin order + bayar yang self service toh?
karena belum lama ini, sebelumnya gue ngeliat mesin self checkout di kfc alam sutera.

mesin kfc self service checkout
mesin swa pesan bayar kfc

pertama kali melihat mesin pesan dan bayar swalayan di gerai fast food, adalah di mcd sarinah. waktu itu ga merhatiin mesin pembayarannya pakai apa.
namun kalau lihat dari foto pemberitaan, tampaknya menggunakan edc yang umum, sehingga bisa untuk debit bank apapun.
sementara untuk yang kfc alam sutera ini, menggunakan edc dari bca. jadi entah apakah bisa menggunakan kartu debit lain selain bca.

sementara itu, di familymart, baru-baru ini juga menyediakan mesin order self service ini. 
pembayarannya menggunakan e-wallet seperti gopay, ovo, dana, cashback.

mesin pesan makanan di familymart
mesin pesan dan bayar swalayan di familymart

mungkin dari sisi waktu yang dibutuhkan — bagi orang yang belum tau mau pesen apa, atau belum tau menunya apa aja — jadinya akan sama, atau bahkan jadi lebih lama.
tapi dengan adanya mesin ini, jumlah antrian di loket bisa terpecah sebagian.

pengoperasian mesin ini menggunakan layar sentuh, jadi buat orang yang terbiasa dengan mobile phone layar sentuh, atau tablet, atau atm layar sentuh, tentu tidak akan mengalami masalah.
selama user interface-nya didesain dengan baik, gue rasa orang ga akan kesulitan mengoperasikannya.

seperti kemarin, mencoba pesan kopi di familymart,

  • setelah scroll scroll ke menu kopi,
  • lalu pesan jenis kopi,
  • lalu muncul opsi, apakah mau tambah espresso,
  • atau mau tambah gula. jika mau tambah, tinggal pencet tombol tambah, maka counter akan  berubah bertambah.
  • diakhir dengan pembayaran, mau bayar pakai e-wallet apa. pilih e-walletnya, buka aplikasinya di henpon, scan qr-code yang dihasilkan oleh mesin, setelah sukses bayar, tinggal menunggu pesanan dibuat.

jadi memang semudah itu.

robusta v arabica

perbandingan antara robusta dengan arabica

comparison between robusta and arabica
robusta v arabica

Icons made by Freepik and Smashicons from www.flaticon.com is licensed by CC 3.0 BY

dunia kopi

selama ini gue selalu beli kopi dari toko online, entah itu di market place atau di instagram. lalu ketika baca twit dari @dewikr ini gue jadi tahu kalau ada toko kopi di pasar santa, namanya toko dunia kopi.

gue sama sekali belum pernah ke pasar santa, tapi pernah mesen kopi tuku dari pasar santa. jadi ancer-ancer lokasinya sudah kebayang.

saat ini aktivitas gue ga terlalu beririsan dengan lokasi pasar santa, jadi kalau memang ada kesempatan, kaya’nya boleh nih dimampirin ke sana.

nah, kebetulan habis meeting, gue melewati jalan kapten tendean. akhirnya gue putuskan untuk melipir dulu ke pasar santa. berhubung gue ga tahu lokasi persisnya, berhentilah dulu dekat persimpangan wijaya
eh ternyata cuma satu belokan dari situ, sampailah.

sampai di sana, gue sengaja ga nanya ke siapa siapa, jadi gue kelilingin dulu isi pasar santa ini. sebagaimana layaknya pasar, banyak toko dengan bermacam-macam barang yang dijual.
beberapa toko apakah memang tutup atau memang karena masih jam 10 sehingga belum buka.

setelah agak bosan melihat sekilas bagian dalam, tadinya sudah mau bertanya lokasi toko dunia kopi ini, eh ternyata ketemu.
berlokasi di lantai basement dari arah pintu depan.

kios dunia kopi pasar santa
plang nama kios dunia kopi

di toko dunia kopi ini terlihat berderet-deret stoples kaca berisi bermacam-macam kopi. di setiap stoples diberi label nama kopi dan jenis roast-nya serta harga per gram.
kopi arabika ternyata paling banyak dijual dibanding kopi robusta, dan lebih sedikit lagi yang excelsa.
variasi harga ada yang mulai 7.000 rupiah per 100 gram sampai dengan 40.000 rupiah per 100 gram.
lalu selain kopi dari dalam negeri, juga ada kopi luar negeri kaya brazil.

jadi buat gue yang coffee snob yang ga ngerti apa-apa ini, lumayan bingung mau beli apa jadinya 😀

oh iya, ternyata kios dunia kopi ini terkenal sampai ke luar negeri, keren!
benarlah, ga lama gue celingak-celinguk di sana, datang sepasang orang asing dengan tour guidenya. mereka tanya ini itu namun sayangnya bahasa inggris mba penjaganya masih kurang luwes. 

mba penjaga toko kopi
melayani pembeli

lalu datanglah bapak-bapak berbaju kaos, yang ternyata adalah ownernya kios dunia kopi. coba bantu menjawab pertanyaan orang asing tersebut, namun ternyata bahasa inggrisnya ga jauh beda dengan si mbak penjaga sebelumnya 😀

pak suradi, kadang dipanggil “oom” oleh pelanggannya ini, orangnya ramah, dan kocak, juga informatif. 
gue coba minta advise untuk kopi apa nih yang harusnya gue beli, arabika apa robusta. lalu dia menjelaskanlah tentang body, rasa, roast. dan gue ga ngerti 😀
pengetahuan gue tentang kopi memang minim banget.

menimbang belanjaan

 udah gitu kocak, standar oom-oom.
ada pelanggan yang nemenin suaminya, trus ditawari untuk mencicipi kopi dari mesin kopinya. si ibu mencoba mengkonfirmasi “itu kopi pahit khan ya?”
“iya,” kata pak suradi, “ibu mau yang manis? kalo gitu, saya ada tekniknya”
“gimana caranya?” si ibu heran karena mungkin tidak melihat gula atau sejenisnya di situ.
“nah, ibu minum ini, … sambil ngeliat saya …” 
.. dad joke 😀

akhirnya dari pada bingung, gue beli dua varian kopi. semoga bisa jadi langganan.

Older posts