pernah kah kalian terluka atau memar di salah satu bagian tubuh kalian, lalu bagian tersebut selalu saja kesenggol, terantuk lagi dan lagi dan lagi. padahal bagian tersebut sudah coba diusahakan terhindar dari benturan.

jangan-jangan by default otak ini masokis, jadi menyukai didera sakit, menyukai disakiti 😀
karena, biarpun sudah aware, ini kelingking kaki lagi memar, jadi jalan harus harus hati-hati.
eh, tetap aja pas jalan nyenggol kaki meja lagi, kena tembok, ..

kalau dipikir secara logika, mungkin ini cuma masalah atensi.
sebelum adanya luka, sebelum ada memar lebam, ya sebetulnya bagian tubuh itu juga sering kesenggol, cuma otak kita mengabaikannya karena nggak ada sinyal rasa sakit yang dikirim.
tapi, begitu ada luka, ada memar, mendadak seluruh fokus kita pindah ke sana. ada semacam hyper-awareness yang bikin kita jadi super sensitif.

perasaan ini sebenarnya mirip banget sama beberapa kejadian di hidup.
kadang, pas kita lagi ngerasa rapuh atau punya “luka” emosional yang belum sembuh, rasanya masalah lain tiba-tiba ikutan datang bertubi-tubi.

mungkin hidup emang punya cara yang rada sarkas buat ngingetin kita tentang eksistensi rasa sakit itu sendiri. luka yang tadinya mau kita lupain atau abaikan, dipaksa buat dapet perhatian penuh karena benturan-benturan kecil yang terus-terusan datang.

atau, karena otak kita punya kemampuan aneh: dia jauh lebih mudah mengingat kejadian yang menyakitkan daripada kejadian biasa.

Another post
akon akon asal kelalon
akon akon asal kelalon

akon akon asal kelalon adalah situasi di mana kendaraan (terutama mobil) melaju perlahan di bawah standar kecepatan lajur di mana Read more

apakah setiap masalah ada solusi?
apakah setiap masalah ada solusi?

apakah kamu percaya bahwa setiap masalah ada solusinya? atau apakah solusi yang diambil adalah yang paling benar?

dunia kopi
dunia kopi

selama ini gue selalu beli kopi dari toko online, entah itu di market place atau di instagram. lalu ketika baca Read more

foto mengitari jakarta
foto mengitari jakarta

beberapa hari ini gue menggunakan bus transjakarta untuk beraktivitas, dikarenakan sudah dalam mode mengungsi mudik. pengalaman beberapa hari ini cukup Read more

atau bisa juga cuma masalah fisiologis.
otak dan badan kita berusaha melindungi bagian yang memar/luka, sehingga malah membuat gerakan jadi tidak natural. akibatnya koordinasi berubah sedikit dan peluang terbentur malah bertambah.

entah lah 😀