15
Jul
2008
13:10

entah kenapa nyaris sebagian pendapat gue bertentangan dengan pakar.

misalnya, gue nonton "akhirnya datang juga" di transtv. ketika akhirnya didi petet memilih siapa yang dia mau kasih vandel(?) pintu, pasti selalu berbeda dengan pilihan gue.
saking sebelnya gue menggerutu, "ih dodol amad sih didi petet, jelas jelas yang lebih jago improvisasi 'acting'nya itu si A, lha malah B yang dapet vandel"

tapi ketika gue pikir, si didi petet khan aktor 'jagoan', gue yang nggak ngerti apapun soal seni peran, apalah yang bisa gue nilai.

atau itu tuh, idol-idolan di rcti, biarpun gue bilang si A jelek amad suaranya, eh malah si A di puji sama indra lesmana, atau duta atau ira maya sopha, dan juri laen yang gue yakin kemampuan mengenai seni suara udah pasti kampiun deh.
gue bahkan dengan sok taunya, "budeq apa jurinya?!"

hehe. ;) trus gue jadi bertanya, apa kalo udah pakar, gak bisa salah? jangan jangan pendapat pakar akan selalu bertentangan dengan main stream.


 

Komentator

  • Chen An:  Setuju.. Menurutku, orang yang merokok ditempat umum adalah orang teregois sedunia.[~~]
  • aldi:  *mencari hal serupa di OpenOffice Calc* [~~]
  • Senduker:  Apa sudah waktunya anak kecil ditentukan masa depannya ? Kapan waktu[~~]
  • si mas ganteng:  1. anak kecil masih polos 2. yg dia ketahui hanya warna itu2[~~]
  • Deon:  O_____o ngeri juga [~~]
  • Hendra:  Bukannya mereka tidak terfikirka. Justru konsep bundling yang diterapkan oleh providerlah yang[~~]
  • fisto:  pada akhirnya memang blog itu akan berevolusi semua...WP harus mengakomodir kepraktisan[~~]

Links

TagCloud