paul merupakan orang yang humoris, selalu tersenyum, selalu menambahkan kata kata lucu (atau aneh) setiap berbicara dengan orang lain, mengomentari hal hal gak guna untuk setiap kegiatan yang buat orang lain merupakan hal serius. becanda lah.

intinya, bisa dibilang dia orang yang humoris lah, mungkin juga menyesuaikan dengan namanya yang ada kata 'laugh' nya.
walaupun dia adalah seorang yang berposisi sebagai project manager, tapi sebisa mungkin dia menyuruh subordinate nya dengan kalimat yang friendly -- bisa dibilang malah seperti gak nyuruh -- tapi menjurus ke 'minta'.

dan kemarin ketika proses go-live sudah dimulai, dan ternyata ada satu poin yang tidak sesuai kenyataan. sibuklah semua, dan tentu paul sebagai bossnya dalam project ini adalah orang yang paling dicecer.

satya yang kebagian kerjaan membetulkan permasalahan itu sibuk sana sini, atas bawah,
trus ketika dia kembali ke mejanya, dia perlu menulis atau mencatatat sesuatu, dan tidak punya bulpen.
satya melihat sebuah bulpen teronggok di meja paul, dan diambilah.
bertepatan dengan paul masuk ke ruangan, melihat satya mengambil pulpennya.

diteriakinlah satya, "yo! tiger, don't you just squize a thing that not belong to you!"

gue yakin satu ruangan, saat itu, pasti menyangka paul sedang becanda, seperti biasanya.
tapi ketika gue ngeliat paul ngejar satya -- yang udah meluncur kepojokan ruangan tempat dia duduk dengan nyuekin teriakan paul tadi -- gue yakin paul ga becanda.
karena berikutnya paul merebut pulpen tersebut dari satya dengan paksa.

itu lah resikonya orang yang demen (baca: keseringan) becanda, orang lain ga akan mudah membedakan mana saat tu orang lagi becanda, mana tu orang lagi marah.

 

buat orang [kaya' gue] yang agak kurang heboh dalam berinteraksi dengan manusia membuat gue bersyukur dengan adanya teknologi internet.
gue bisa berkomunikasi bagaikan nyata secara virtual, misalnya dengan e-mail (mailing list), instant messenger, forum, blog.
teknologi-teknologi tersebut membuat gue bisa berinteraksi dengan manusia lain yang belum tentu bisa gue dapetin ketika hanya mengandalkan kemampuan gue berinteraksi dalam dunia nyata.

tentu saja jika hanya berada dalam lingkup maya aja, gak terlalu berguna dalam bersosialisasi, karena dalam dunia maya apapun bisa bertolak belakang.
lho? emangnya kalo di dunia nyata yang namanya manusia bisa lurus lurus aja antara omongan dan kelakuan?
ya enggak juga, tapi kalo di dunia maya, tanpa ada verifikasi nyata, bisa aja ngakunya ce ternyata co. bisa aja ngakunya umur 25 ternyata masih 40 tahun :D

karena itu, ketika dunia virtual tersebut dikonversi jadi pertemuan nyata, minimal beberapa hal bisa dipertegas,
misalnya "oo ternyata si entu cakep.", "oo si enoh pendiem beda kalo di ceting rame."
semuanya bisa diverifikasi secara kasat mata

kembali kemasalah interaksi.
ketika teknologi berupaya membantu manusia untuk berinteraksi dengan manusia lain, minimal dalam lingkup virtual dulu, akan membuat rasa percaya diri, rasa dihargai timbul dalam diri orang terkait.

teknologi instan messenging yang disertai kemampuan buddy pounce  tentu membuat lebih akrab dari pada diem-dieman. walaupun ada efek sampingnya :D
dengan buddy pounce, orang yang kita pounce akan menerima pesan kita sesuai setingan pounce yang dipasang. tanpa perlu kita sendiri yang mengirim pesan tersebut.
dibandingkan dengan di dunia nyata, nggak semua orang khan bisa ber "hai , hai" ke SEMUA orang yang dia kenal (apalagi yang ga kenal).

masih belum nangkep?
sekarang coba posisikan kalo misalnya elo kenal [kenal muka doang, tau nama, gak pernah ngobrol] dengan seorang bos (bos bisa diganti dengan yang mungkin lebih menarik, misalnya selebriti).
buat elo yang [dalam hal [contoh] ini] mempunyai kemapuan berinteraksi yang gak heboh, tentu akan merasa minder, ataupun gak pede hanya untuk sekedar menyapa si bos / selebriti itu.
tapi apa jadinya jika pada suatu hari si bos / si selebriti tersebut tersenyum ke elo dan kemudian menyapa dengan ramah.
nah rasa pede elo pasti khan meningkat, dan bahkan bisa jadi percakapan atau ngobrol yang belum pernah terjadi sebelumnya.

ketika cerita tersebut dikembangkan, ooh .. ternyata asisten si bos / si selebriti yang ngebisikin dari belakang, "eh itu lho si [taro nama elo disini], dia hari ini ulang taun."
demi sekedar basa basi atau apapun yang menjadi latar belakang penyapaan tersebut, tetep hal itu berdampak positip khan buat elo.

nah sekarang coba gantikan asisten tersebut dengan sebuah perangkat misalnya henpon / pda yang dimaksimalkan penggunaannya dengan mengisikan tanggal ulangtaun kenalan.
disinilah teknologi memancing manusia untuk berinteraksi.

seperti yang terjadi beberapa hari lalu. pengelola parkiran motor di tempat client memasang sistem komputer dan kamera cctv.
pada sore hari gue akan pulang, setelah menyerahkan 'karcis parkir' gue dikejutkan oleh sapaan petugas parkir tersebut.
"selamat sore pak sonny, hati hati di jalan pak,"

:o gue pake helm ketutup, pake tutupan mulut, gue ga kenal dia, dan gue yakin dia ga kenal gue.
tapi dia menyapa.

oalah, teknologi,
kemungkinan besar, setelah men-scan karcis parkir berbarcode dari gue, komputer dihadapannya menampilkan nama yang terdaftar sebagai pemilik kendaraan bermotor berdasarkan plat nomer,
lalu direlasikan dengan data pegawai di kantor tersebut.
setelah cocok bahwa nama gue muncul sebagai pemilik/pendaftar kendaraan bermotor ini dan juga gue terdaftar sebagai pegawai di kantor tersebut, dengan tidak ragu, petugas tersebut langsung menyapa. dan proses dari mulai mengasih karcis, men-scan karcis, tidak lebih dari 1 menit.

walaupun begitu, gue tetep terkesan.
karena dalam praktek, ada pendaftar yang berbeda nama dengan nama pemilik kendaraan. kalau hanya sekedar menampilkan data pemilik motor, atau data pendaftar motor, bisa jadi ada kesalahan identifikasi,
tapi tetep salut sama pak petugas nya deh :) dan juga atas teknologi nya

note: maya, dunia maya, virtual, dunia virtual dipergunakan saling berganti dengan maksud dan arti yang sama.

 

buat yang mau nikah salah satu yang mungkin dipersiapkan adalah kartu undangan. kartu undangan yang dibuat tentunya diharapkan menyampaikan informasi yang jelas tentang : siapa yang menikah, dimana dan kapan nya.

tapi pada kenyataannya sering kali gue mendenger cerita [kalo gak bisa di bilang komplen] yang berhubungan dengan kartu undangan.

oleh karena itu gue coba ngerangkum beberapa dibawah ini.
kartu undangan pernikahan sebaiknya;

  • buatlah design yang banyak,
    contek undangan undangan yang pernah diterima, dan usahakan dalam jangan waktu sekian lama dari hari h pernikahan
  • konsultasikan design tersebut dengan orang tua masing masing.
    kecuali masing masing keluarga mau bikin pesta pernikahan yang terpisah dengan undangan yang terpisah. argumen dan 'berantem' adalah perlu untuk bener bener memastikan design undangan yang bener bener sreg.
  • mejeng foto calon penganten.
    gak ada salahnya narsis untuk hal ini. karena sering gue denger orang kepengen tau tampang calon pengantennya, bukan sekedar nama dan gelar bererot
  • nah, kadang, mejeng foto calon penganten kaya'nya ga cukup. si penerima undangan kadang kebingungan merasa gak kenal sama si pengantennya, dan gak ngeh juga siapa sih orang tua penganten ini, kaya'nya gak kenal. jadi gue rasa ada baeknya juga foto orang tua calon penganten di pejeng juga ;)
  • cantumkan nomor telpon di masing masing keluarga.
    karena kalo ternyata gak mejeng foto penganten, apalagi mejeng foto orang tua penganten, dan nama orang tua juga merasa gak kenal, si penerima undangan bisa menghubungi no telpon yang tercantum untuk lebih confirm apakah mereka emang bener di undang apa undangan salah alamat.
    • merasa gak kenal bukan berarti gak kenal. karena banyak orang setelah melihat foto atau menelpon, mereka baru sadar ternyata itu relative/relasi mereka. namun mungkin mereka dikenal dengan nama kecil [yang berbeda] atau nama panggilan, jadi ketika melihat nama lengkap [+ gelar] pengirim, si penerima undangan agak kagok
  • peta yang bener,
    buat yang acara nya di gedung, mungkin si gedung, atau eo nya udah punya peta denahnya. tapi coba liat sekali lagi apakah peta itu bener apa engga.
    banyak denah, dibuat secara ekonomis dengan meringkes banyak hal. walhasil denahnya malah bikin nyasar.
  • paling gampang emang milih undangan yang ditawarin percetakan, terus tinggal ganti nama dll, tapi jadinya kurang kreatip ;). nah buat yang merasa kreatif  tapi jangan over kreatif ya.
    misalnya undangannya susah banget dibuka karena di kait kesana, lem ke sini, iket ke sono.
    atau juga misalnya dengan menggunakan quote yang kaga' nyambung, atau quote yang bikin orang yang baca berfikiran yang engga engga :D

 

Komentator

  • Bidadari Rika:  hai, ika salam kenal, ane belum punya instalgram. jadi belum[~~]
  • Rika:  Ih lucu yaaa instagram nya Pitra... dulu [~~]
  • nita:  sangat inspiratif :D umroh in ramadhan [~~]
  • nita:  semoga cepet pulih ya paket haji plus [~~]
  • nita:  semoga cepet pulih ya http://paketumrohhaji.com/ [~~]
  • Natalia:  Semoga cepat pulihnya... Fisioterapi itu memang harus rajin dijalanin ya...[~~]
  • Objek Wisata Di Bandung:  Yang namanya buah sepertinya enak tuh gan. Apalagi buah-buahn yang[~~]

Links

TagCloud