14
Apr
2014
15:04

shite happens, bisa terjadi kapan saja, di mana saja. shit happens, sehingga sampai pada titik, “mau gimana lagi?”

beberapa waktu lalu dunia internet dihebohkan dengan BGP hijacking yang dilakukan terjadi pada jaringan indosat. akibat hal ini, indosat nya down, baik data maupun voicenya, dan merembet kepenyedia layanan internet lainnya. dari beberapa teori, salah satunya karena kesalahan konfigurasi. biarpun sudah diatasi, tapi imbasnya sudah menyebar, terlipatgandakan, sehingga tak ada lagi yang bisa dilakukan.

gue merasakan sendiri, bagaimana hal kecil, salah masukin parameter, salah pejet button - atau malah ga pencet button, .. itu adalah kesalahan kecil, sesuatu yang sangat kecil, tapi imbasnya segede gede bagong + gaban + beserta isinya.

ketika impactnya sudah sangat besar, merembet kesana kesini, nothing you can do. only apologize, and wish it will never happened again.
masalahnya, hal hal kecil yang terjadi bukan hanya terjadi karena error yang sama. tapi kesalahan yang berbeda - bahkan jauh berbeda, tapi menghasilkan permasalahan yang sama, dan sama besarnya pulak.
been there, done that, and i think shite will poke me on the face any time later, somehow.

ada dua yang bisa mengakibatkan kesalahan. manusia nya sendiri, dan sistemnya.

shite happens photo shite_happens_Screenshotfrom2014-04-14225333_zps8d9a46a2.png

 

human error, kalo manusia bersalah, kadang ada faktor lain di belakangnya.
entah itu karena kerja terlalu lama, ada masalah psikologis, terlalu banyak gangguan. sehingga mengakibatkan kelelahan, kurangnya konsentrasi dalam bekerja. yang berakibatkan melakukan hal hal yang seharusnya tidak dilakukan. ya itu. masukin data salah, mencet tombol yang salah.

tapi gue merasa, ada hal lain. dan gue menuduh itu adalah faktor bawaan lahir. ada orang yang akan selalu error prone. selalu melakukan kesalahan, baik itu sering, atau kadang-kadang. saking kadang-kadangnya, kadang sampai berkali-kali free dari melakukan error.

untuk mengatasi human error, salah satu tools yang bisa dipakai adalah checklist. dan harus berpegang teguh kepada checklist, dan selalu crosscheck ke checklist.

faktor lain selain faktor orang, tentu juga bisa dikarenakan sistem nya sendiri yang flaw. bisa karena bug, bisa karena system design nya yang tidak mampu menangkap exceptions.
nah yang kaya’ gini ya mesti dipikirkan kembali untuk mengkoreksi designnya, atau bahkan me-redesign. jangan pernah memikirkan untuk tambal sulam, patching. karena menurut gue patching itu hanya akan menambah bug.

 

 
24
Jan
2014
18:01

jadi kemarin disemprot (*hiperbola*) sama dua orang gara-gara gue ngereply tweet mereka, trus mereka (intinya) bilang: liat dong tweet gue sebelumnya.

oh ok.

ada dua kondisi ketika itu.

  • gue baru buka twitter app, dan yang saat itu tampil salah satunya adalah tweet mereka yang gue reply.
    gue ga liat tweet sebelumnya, karena di halaman itu timeline penuh tweet orang lain, gue mungkin harus scroll beberapa halaman sebelumnya untuk bisa nemu tweet sebelumnya.
  • tapi masalahnya, tweet yang gue reply itu kesannya berdiri sendiri, jadi wajar gue ga tau ada tweet sebelumnya.

nah, kalo gue, mentweet sesuatu yang berantai, berseri, bersambung. biasanya gue pake trick supaya tweet gue itu satu conversation. kalo dibuka satu tweet, ada indikator kalo itu adalah reply dari tweet lain.

trick untuk bikin tweet bersambung adalah dengan mereply tweet elo sebelumnya.
misal:

elo ngetweet "ini tweet seri kesatu."
trus, tweet itu elo buka, trus elo reply. ketik tweet sambungannya "@snydez ini tweet seri kedua". tapi abis itu hapus username elo sehingga jadi "ini tweet seri kedua".
trus berlanjut ke tweet berikutnya, yang mereply tweet kedua tadi, dst.

 

tweet berseri

nah dengan kondisi seperti ini, tweet manapun yang dibuka, akan mengindikasikan adanya tweet sebelumnya ~kecuali tweet pertama. kalau di twitter app native, tweet pertama akan memunculkan response dari tweet tersebut. entah kalo dengan 3rd party app.

 

btw, kalo ga salah gue dapet tip ini dari @hfz

note: gue menggunakan twitter app native, dan twitter web. gak semua 3rd party twitter app bisa bikin tweet berseri ini. tapi gue yakin bisa ngebacanya. 

 
23
Nov
2013
21:11

apa? blackberry z10? baru mau direview? udah basi, madingnya keburu terbit! :D
hhehe, iya ini review telat, kepengennya sih dari ketika hands on, tapi apa daya baru kekumpul niat ngetiknya sekarang.

Z10 merupakan device pertama yang menggunakan OS blackberry 10, BB10 OS. fully touch screen - sama sekali ga ada hard button untuk operate aplikasinya. hard button yang ada adalah power button diatas, dan volume button disamping kanan.

karena tidak ada hard button, maka sepenuhnya pengoperasian di Z10 menggunakan gesture. bahkan salah satu gesture andalannya adalah untuk bring on dari kondisi screen off hanya dengan swipe dari ujung bawah ke tengah layar.
cuma ada ketidakseragaman bagaimana gesture untuk memunculkan menu dilakukan, ada yang swipe dari atas ke tengah, ada yang swipe dari bawah ke tengah.

ketika screen on, akan langsung menuju ke home screen. home screen ini kaya' home launcher di android. tapi lebih simple, ada jam, ada event notification dari calendar/task, di sisi kiri memunculkan notifikasi yang baru atau pernah ada. dan icon camera di kanan bawah. kalau ternyata handset lagi dalam kondisi ke lock (dengan password), camera tetap berfungsi untuk memfoto, tapi tidak bisa untuk browse hasil fotonya.

nah setelah melewati password, akan masuk ke active app screen. yang merupakan halaman ke dua dari drawer. sementara halaman satu nya adalah hub. hub ini adalah pooling semua account yang kita set di blackberry 10. yang paling standar itu Call, PIN, BBM, SMS, email, dan notifications. sisanya mungkin akun twitter, dll.

active app screen merupakan halaman drawer yang menampilkan aplikasi yang sedang running ~ in background. kalo misalnya lagi buka twitter app, maka tampilannya itu tweet dari yang kita follow (beserta dengan avatarnya).
kalo misalnya lagi buka browsing foto-foto, maka akan tampil foto-foto tersebut silih berganti.

 

oh iya, BB10 ini sudah tidak pakai paket BIS lagi, semuanya jadi paket internet. jadi langganan ke operator nya harus pakai yang standar internet aja. jadi sebagaimana layaknya paket data internet, ga membatasi harus email doang, harus untuk chatting doang, sehingga semua bisa dipakai dalam satu paket ~ bahkan bisa youtube-an!, cuma tinggal bayarnya yang model unlimited apa limited.

hal yang paling menarik buat gue di Z10 ini adalah kameranya. snappy!, shutter clicknya cepat, jadi bisa dibilang yang namanya kehilangan moment disaat mau foto pake henpon, tidak terjadi di Z10. trus juga setelah moto kalau mau kasih-kasih filter, bisa. sudah ada bawaannya.
 

dan satu lagi yang menarik adalah keyboardnya. biasanya autocorrect atau auto suggest itu munculnya di space di atas keyboard, ini munculnya di key nya. dan untuk menggunakan suggestionnya, pakai gesture dari key di swipe keatas ke tempat ngetik, maka kata yang disarankan akan terketik. dan keyboardnya belajar lumayan cepat. kata-kata non baku yang keseringan diketik, akan ikut muncul juga sebagai suggestion.

dan entah kenapa, BB OS 10 ini dibikin supaya bisa ngejalanin android apk (tapi harus diconvert dulu). jadi file hasil konversi dari .apk file android itu di sideload dan kalo beruntung, itu aplikasi akan jalan lancar. nah di update terakhir 10.2 malah udah bisa install .apk langsung tanpa dikonversi dulu. jadilah kemaren gue coba install instagram dan ES file explorer. sukses jalan. tapi ketika coba install vine, ga bisa jalan.
 

 

Komentator

  • marvel contest of champions cheat:  great news for marvel lovers get all hacking codes for[~~]
  • zuaki:  Apakabar semuanya, masih sama saja ni yang pada komen. Mohon[~~]
  • bimtekinfo:  salam kenal & sukses selalu [~~]
  • aldi:  *mencari hal serupa di OpenOffice Calc* [~~]
  • fisto:  pada akhirnya memang blog itu akan berevolusi semua...WP harus mengakomodir[~~]
  • Kapkap:  Waktu ngeliat format WP yang mirip Tumblr juga ngebatin, "lhaaaa,[~~]
  • peremuk:  Salam kenal bos.....Ngomong2 kl butuh pulsa lewat PP mampir saja[~~]

ad

Links

TagCloud