12
Aug
2009
13:53

weekend beberapa waktu lalu lagi senggang, pergilah gue bawa motor untuk dicuci di tempat pencucian motor. siang hari, lumayan terik, gak berapa lama udah terasa haus menunggu cucian.
namanya juga tempat cuci motor kampung, areanya lumayan terbuka, depan jalanan yang tempat ngetem metromini, belakang gak jauh, ada warteg, sampingnya lagi rumah orang.

selain gue, ada bapak-bapak yang juga lagi nunggu motornya selesai dicuci. dan tampaknya sama kaya' gue, si bapak ini kehausan. dia celingak celinguk dan padangannya berhenti di arah warteg.
di warteg yang jaraknya gak sampe 5 meter tersebut, terlihat ada mas-mas yang jaga, dan langsung aja diteriakkin, "mas! mas!" setelah si mas nengok, "ada kuku bima ga?" dan terdengar dari dalam warteg, kalo ga ada minuman yang dimaksud, "teh botol ada?"
gak berapa lama si mas keluar sambil nenteng teh botol ke si bapak itu.

gue yang lagi haus juga, langsung mesen teh botol juga.

bayangkan, kalo ternyata si bapak ga usaha untuk nyari minuman, si mas warteg pasti gak dapat keuntungan dari jual 2 teh botol.
bayangkan kalo cuma gue yang lagi nunggu ditempat itu, dan sebagai orang yang gak terlalu bergerak aktif, yang ada si mas gak akan menjual teh botol ke gue, karena gue gak bakalan usaha untuk beli teh botol kedia, karena gue ga tau kalo dia jualan teh botol juga.

bisnis, kadang emang harus ada keberuntungan, dalam hal ini usaha pro-aktif si bapak, atau juga sebenernya bisa juga dengan marketing.
kalo si mas nyadar, betapa panasnya siang itu, dan melihat ada orang yang lagi iseng nungguin motor dicuci, mungkin dia bisa mencoba peruntungannya untuk nyamperin, menanyakan apakah orang tersebut mau beli minuman dingin? toh ga ada ruginya berjalan 5 meteran, tapi ternyata bisa ngejual teh botol 1 atau 2 :)

 
13
Jan
2009
13:03
free from workada anak baru, dari kantor regional singapura, ujug-ujug udah bikin gebrakan, salah satunya adalah membuat gue dilepas tugaskan dari salah satu role yang di'limpah'kan ke gue beberapa waktu lalu.
awalnya agak sebel, tapi dalam beberapa menit kemudian gue sadar, lha ngapain sebel?

diawal pelimpahan role yang gue maksud itu, dikarenakan di kantor sini emang ga ada yang bisa dilimpahin role tersebut selain gue.
walaupun gue ga ngerti secara sistem, tapi gue ngerti secara teknis, maklum software. jadi ketika di'angkat' untuk nanti ngurusin sistem itu, gue setuju aja, it's a challenge.

dan kemarin, ketika diajak meeting untuk membahas roll out sistem ini, ujung-ujungya gue dilepas dari role untuk ngurusin sistem ini.
rasa sebel menghinggapi, gue belom apa apa, ehh... udah di bebastugaskan, kesannya dilecehkan.

tapi gue kemudian melihat situasinya,
si anak baru ini, tim, dia merupakan tools champion regional untuk sistem tersebut, jadi jelas-jelas si tim ini lebih tau dari gue soal sistem tersebut.
dan juga, tim ini juga udah langsung meraih simpati para petinggi jakarta, bahkan client pun terkesima akan hasil kerja nya dia. padahal dia ini baru sebulanan di jakarta. what an achievement!

setelah sebel gue ilang, gue malah jadi iri, gue pengen tuh bisa kaya' gitu. dapet recognition dari perusahaan dan dari client juga.
ada sih, sedikit, gue udah mengalami dan mendapatkan itu, tapi lingkupnya terbatas. gue pengen lingkup yang lebih luas. dan gue sadarin, itu karena gue nya aja yang ga 'bergerak'.

selain karya yang bagus, gue rasa personal approach juga harus dilakukan untuk mendapatkan recognition. tentu saja bukan sekedar 'menjilat' kosong, tapi 'menjilat' dengan karya yang menonjol.
kaya'nya itu yang belom gue punya.
"menjadi rock star dibidang/dilingkungan elo," kata rene


image souce : happy worker
 

buat orang [kaya' gue] yang agak kurang heboh dalam berinteraksi dengan manusia membuat gue bersyukur dengan adanya teknologi internet.
gue bisa berkomunikasi bagaikan nyata secara virtual, misalnya dengan e-mail (mailing list), instant messenger, forum, blog.
teknologi-teknologi tersebut membuat gue bisa berinteraksi dengan manusia lain yang belum tentu bisa gue dapetin ketika hanya mengandalkan kemampuan gue berinteraksi dalam dunia nyata.

tentu saja jika hanya berada dalam lingkup maya aja, gak terlalu berguna dalam bersosialisasi, karena dalam dunia maya apapun bisa bertolak belakang.
lho? emangnya kalo di dunia nyata yang namanya manusia bisa lurus lurus aja antara omongan dan kelakuan?
ya enggak juga, tapi kalo di dunia maya, tanpa ada verifikasi nyata, bisa aja ngakunya ce ternyata co. bisa aja ngakunya umur 25 ternyata masih 40 tahun :D

karena itu, ketika dunia virtual tersebut dikonversi jadi pertemuan nyata, minimal beberapa hal bisa dipertegas,
misalnya "oo ternyata si entu cakep.", "oo si enoh pendiem beda kalo di ceting rame."
semuanya bisa diverifikasi secara kasat mata

kembali kemasalah interaksi.
ketika teknologi berupaya membantu manusia untuk berinteraksi dengan manusia lain, minimal dalam lingkup virtual dulu, akan membuat rasa percaya diri, rasa dihargai timbul dalam diri orang terkait.

teknologi instan messenging yang disertai kemampuan buddy pounce  tentu membuat lebih akrab dari pada diem-dieman. walaupun ada efek sampingnya :D
dengan buddy pounce, orang yang kita pounce akan menerima pesan kita sesuai setingan pounce yang dipasang. tanpa perlu kita sendiri yang mengirim pesan tersebut.
dibandingkan dengan di dunia nyata, nggak semua orang khan bisa ber "hai , hai" ke SEMUA orang yang dia kenal (apalagi yang ga kenal).

masih belum nangkep?
sekarang coba posisikan kalo misalnya elo kenal [kenal muka doang, tau nama, gak pernah ngobrol] dengan seorang bos (bos bisa diganti dengan yang mungkin lebih menarik, misalnya selebriti).
buat elo yang [dalam hal [contoh] ini] mempunyai kemapuan berinteraksi yang gak heboh, tentu akan merasa minder, ataupun gak pede hanya untuk sekedar menyapa si bos / selebriti itu.
tapi apa jadinya jika pada suatu hari si bos / si selebriti tersebut tersenyum ke elo dan kemudian menyapa dengan ramah.
nah rasa pede elo pasti khan meningkat, dan bahkan bisa jadi percakapan atau ngobrol yang belum pernah terjadi sebelumnya.

ketika cerita tersebut dikembangkan, ooh .. ternyata asisten si bos / si selebriti yang ngebisikin dari belakang, "eh itu lho si [taro nama elo disini], dia hari ini ulang taun."
demi sekedar basa basi atau apapun yang menjadi latar belakang penyapaan tersebut, tetep hal itu berdampak positip khan buat elo.

nah sekarang coba gantikan asisten tersebut dengan sebuah perangkat misalnya henpon / pda yang dimaksimalkan penggunaannya dengan mengisikan tanggal ulangtaun kenalan.
disinilah teknologi memancing manusia untuk berinteraksi.

seperti yang terjadi beberapa hari lalu. pengelola parkiran motor di tempat client memasang sistem komputer dan kamera cctv.
pada sore hari gue akan pulang, setelah menyerahkan 'karcis parkir' gue dikejutkan oleh sapaan petugas parkir tersebut.
"selamat sore pak sonny, hati hati di jalan pak,"

:o gue pake helm ketutup, pake tutupan mulut, gue ga kenal dia, dan gue yakin dia ga kenal gue.
tapi dia menyapa.

oalah, teknologi,
kemungkinan besar, setelah men-scan karcis parkir berbarcode dari gue, komputer dihadapannya menampilkan nama yang terdaftar sebagai pemilik kendaraan bermotor berdasarkan plat nomer,
lalu direlasikan dengan data pegawai di kantor tersebut.
setelah cocok bahwa nama gue muncul sebagai pemilik/pendaftar kendaraan bermotor ini dan juga gue terdaftar sebagai pegawai di kantor tersebut, dengan tidak ragu, petugas tersebut langsung menyapa. dan proses dari mulai mengasih karcis, men-scan karcis, tidak lebih dari 1 menit.

walaupun begitu, gue tetep terkesan.
karena dalam praktek, ada pendaftar yang berbeda nama dengan nama pemilik kendaraan. kalau hanya sekedar menampilkan data pemilik motor, atau data pendaftar motor, bisa jadi ada kesalahan identifikasi,
tapi tetep salut sama pak petugas nya deh :) dan juga atas teknologi nya

note: maya, dunia maya, virtual, dunia virtual dipergunakan saling berganti dengan maksud dan arti yang sama.

 

Komentator

  • Bidadari Rika:  hai, ika salam kenal, ane belum punya instalgram. jadi belum[~~]
  • Rika:  Ih lucu yaaa instagram nya Pitra... dulu [~~]
  • nita:  sangat inspiratif :D umroh in ramadhan [~~]
  • nita:  semoga cepet pulih ya paket haji plus [~~]
  • nita:  semoga cepet pulih ya http://paketumrohhaji.com/ [~~]
  • Natalia:  Semoga cepat pulihnya... Fisioterapi itu memang harus rajin dijalanin ya...[~~]
  • Objek Wisata Di Bandung:  Yang namanya buah sepertinya enak tuh gan. Apalagi buah-buahn yang[~~]

Links

TagCloud