apa jadinya kalo orang jaman sekarang gak bisa menggunakan henponnya berhari hari?. bakalan stress? pusing? sebel? marah marah?
kalo gue, [nyaris] biasa ajah :D
rabu kemaren gue menitipkan handphone gue untuk dibenerin sama zay -- salah satu master oprek oprek treo, karena tombol d-pad nya hilang gara gara patah bagian dalemnya.
berhubung berdekatan dengan hari raya nyepi yang jatuh pada hari jum'at, walhasil baru bisa hari senin gue ambil. jadi dari rabu ke senin gue sama sekali tidak ber-henpon.
gue bukan pengguna mobile phone untuk nelpon, atau ditelpon. menelpon dan ditelpon bisa diitung pake jari sebelah tangan doang per hari nya. sms-an pun juga jarang. jadi secara fungsi, henpon tersebut memang tidak berpengaruh banyak ada dan tidak nya.
tapi, tetebh, sebenernya gue juga merasakan kehilangan dengan tidak berhenpon. yaitu : gue gak bisa internetan :(
gue lebih sering menggunakan henpon gue untuk brosing dengan blazer atau opera mini, ceting dengan mundu, gmailing, yahooing, bahkan gue ber twitter, facebook dari henpon gue. tentu saja dengan mode m nya.
soalnya dengan segala keterbatasan berinternet yang gue alami, tentu saja gue menggunakan resource gue sendiri untuk ber-maya-an. untung gue ngambil paket aneh matrix gprs yang 50 ribu.
gue bilang aneh karena pemakaian gue lebih dari 100ribu dan masih belum nyampe limit paket nya :D
terus, ada satu lagi rasa kehilangan yang gue rasakan ketika gak megang henpon. yaitu : jam.
soalnya gue ga menggunakan jam tangan. jadi untuk bisa tahu jam, gue harus mencari jam dinding dulu :D
dan hal terakhir yang gue rasakan kehilangan adalah, gue kehilangan sekretaris pribadi gue :D :)),
soalnya calendar, todo, task nya khan di henpon!
update----
berhubung ada kesalahan teknis, ternyata postingan ini tadinya bertanggal 30 November 1999. thanks to aldi.
selagi mampir ke carrefour mal pluit, mata gue tertumbuk satu rak kerdus item yang bertuliskan coca-cola dengan font putih.
heh? apakah coca-cola rebranding menjadi berwarna hitam? bukannya merah lagi?.
setelah diperhatikan seksama, ternyata ada tulisan zero pada tulisan coca-cola tersebut.
heh? semenjak kapan coca-cola ada alkoholnya? sehingga harus ngeluarin produk zero, seperti bir bintang dan green sands?
tapi, karena pada dasarnya gue sering gelap mata akan produk produk baru, lantas aja minta ran untuk menyertakan satu botol coca-cola zero sebagai salah satu belanjaan.
ketika sedang berkeliling, ada mba` spg coca-cola yang menawarkan coca-cola zero untuk dicoba. wah, kebetulan, ketika dicobain, rasanya,
heh? apa bedanya dengan coca-cola biasa?
tapi berhubung si mba` terlalu sibuk terkerubungi banyak orang yang juga kepengen nyicipin coca-cola baru ini, gue ga jadi nanya.

dan ketika akhirnya berkesempatan meminumnya di rumah, satu botol, gue tetep berkesimpulan bahwa rasanya sama dengan coca-cola biasa.
ketika gue tanyain ke gilbert - sebagai peminum diet coke sejati -, dia bilang coca-cola zero itu ga mengandung gula.
terus? apa bedanya dengan coca-cola diet? katanya bedanya dengan diet coke adalah pemanis rasa nya
entah lah kalo emang sama sama tanpa gula, kenapa juga mesti bikin brand baru?.. tetebh gue merasa rasa nya sama aja semua :D
note: coca-cola zero pertama kali dilaunch di indonesia pada februari 2008 ini.