4
Mar
2012
11:18

gue udah lama kebayang pengen punya kartu nama. tapi berkali-kali mentok di : apa yang mesti gue cantumin di kartu nama gue itu. akhirnya keinginan itu ya terlupakan aja. 

nah kebetulan  kartunama.net lagi promo kartu nama gratis, akhirnya jadi kepikiran lagi pengen bikin deh.

nah pertanyaan yang paling gue akan tanyakan ketika gue bikin kartu nama itu,

  1. gue bisa design sedikit lah, nah bisa gak design gue itu di touch up jadi lebih bagus lagi? tentu saja dengan harapan free of charge.
  2. lalu, design gue ini kira kira cocoknya dengan kertas apa? soalnya ya itu, gue juga ga yakin semua kertas cocok dengan design gue, jadi mohon disaranin kertas yang cocok.
  3. nah, soal warna. kadang-kadang warna di design itu setelah jadi kartu nama cetak, warnanya ga sama, nah itu gimana? ada jaminan warna bisa sama ga?

ya gitu, gue sih ga terlalu ribet, yang penting hasil kartu nama itu jadinya persis seperti yang gue bayangin. nah masalah terbesar apakah bayangan gue itu bisa diwujudkan? :)

btw, untuk design paling dasarnya adalah gambar ini yang gue taruh di http://snydez.com, tapi butuh tambahan sana-sini.

snydez

 
5
Jan
2012
1:00
Photobucket

semenjak menikah, dan menempati rumah terpisah dari orang tua, tentu saja perlu barang-barang keperluan sehari-hari di rumah tersebut.
karena masih kosong, tentu saja sebagian besar barang-barang dibeli hampir serentak. dari tv, kulkas, lemari, sofa, meja, kompor, ac dll.

yang namanya benda tentu saja ada umur pakainya. beberapa atau semua) dari barang-barang tersebut akan mencapai salah satu fase pemakaian, yaitu: rusak

buat beberapa barang, masih ada kesempatan diperbaiki. tapi, salah satu kendala memperbaiki atau mereparasi barang yang sudah lumayan berumur adalah: harga sparepartnya yang mahal, sehingga bikin berfikir ulang apa mau direparasi atau akhirnya beli baru.
sementara itu, barang yang sudah diservice rata-rata sudah tidak se-mumpuni sebelum rusak. katakanlah, sudah 70% dari ke'mampuan'nya.
tentu saja, di indonesia ini, di negeri orang kreatif, ada yang menyediakan sparepart non-original, kw, second class.
namanya juga bukan barang asli, jangan harap memuaskan, ok lah, ketika baru diganti akan mempunyai performance yang nyaris sama dengan sparepart asli. tapi daya tahannya akan jauh beda dengan yang asli.
bahkan diganti dengan sparepart asli aja belum tentu bisa mengembalikan performance nya seperti semula, apalagi yang kw ini.

kalo misalnya memilih opsi untuk beli baru, masalah lain timbul: barang lama dikemanain?
barang rusak, dihibahkan ke orang lain belum tentu mau.
makanya paling menyenangkan ketika membeli barang baru dan tokonya ada program trade in. barang lama elo dihargai ala kadarnya dengan harga yang miris.
tapi ya itu, buat apa juga nyimpen barang lama rusak, sementara barang baru udah ada.

dari sekian hal tersebut, yang paling bikin sesek adalah, ketika sebagian besar barang tersebut rusak pada waktu yang berdekatan.
walhasil pengeluaran rumah tangga untuk perbaikan atau beli baru membengkak.

 

paket data internet dari provider-provider disini kemungkinan memang dirancang untuk pengguna henpon, bukan pengguna modem berbasis 3G / atau sejenisnya. ini kesimpulan yang akhirnya gue ambil setelah mengalami beberapa kendala yang terkait dengan perangkat penghubung koneksi pada paket data provider telekomunikasi.

 

jadi setelah berkutat dengan registrasi dan remah-remah lainya, paket data juga cenderung bermasalah setelah pemakaian. jadi, setelah beberapa lama kemudian, paket data 100ribuan yang gue pilih akan habis masa berlakunya.  
dan, gue menyisakan pulsa yang cukup lumayan sekitar 50ribuan. yang emang gue persiapkan untuk membeli paket data internet yang lain.

di hari h, dimana paket data berakhir. gue sengaja dong, menghambur-hamburkan bandwith, donlod ini, youtube -an itu. dengan harapan ketika jam nya sampai, internet gue mati. dan gue akan beli paket data yang lain.

tapi apa yang terjadi. udah lewat dari jam 'penghabisan' koq internet gue ga mati? ah, bonus kali nih, gue pikir. ya terus aja gue brosing-brosing. dan akhirnya karena ada rasa ga sreg. gue coba check pulsa via web. OASTAGAAAAHHHH! pulsa gue tinggal 27ribu! langsung gue disconnect.

sialan, sialan, kena jebak deh gue. jadi setelah paket data berakhir, alih-alih si sistem mati total, atau berusaha 'membeli' paket data yang sebelumnya, dia akan otomatis menggerus pulsa yang ada. begonya gue.

okelah. 27ribu. gue pengen beli paket 50ribuan, berarti gue tinggal beli pulsa tambahan sekitar 30ribuan. setelah beli pulsa 30ribuan, dan beli paket 50ribuan, ini koq pulsa sisanya bukan 27ribuan, tapi udah tinggal ratusan rupiah.

komplen lah gue ke customer servicenya. setelah mencoba menjelaskan duduk permasalahannya, kaya'nya si CS ga mudeng apa penyebabnya.
berhubung gue juga baru banget punya kartu CDMA ini, dan gue juga masih inget berapa aja pulsa yang gue beli, dan paket data apa aja yang gue langgani.
gue malah suruh CS nya untuk ambil kertas, itung sama dia pembelian pulsa gue dan dikurangi dengan paket data yang gue langgani.

walhasil ternyata, penyebabnya adalah, gue taunya pulsa yang digerus itu bersisa 27.000 rupiah, seperti yang tampil di halaman web pengecekan pulsa. tapi pada kenyataanya sisanya tinggal ribuan rupiah doang. karena yang tercantum di web tersebut ga up to date. jadi ketika gue disconnect, pulsanya masih belum 'dihitung' keseluruhan. 

 

 

Komentator

  • aldi:  sepi banged... kayak pameran seni instalasi jadinya... dgn seabrek2 tokoh anime/manga harusnya[~~]
  • Ragil Duta:  Saya punya nih beberapa ebook streetphotography. Pernah liat punyanya Thomas Leuthard?[~~]
  • Towab Yusuf:  3G is the great network. [~~]
  • fisto:  iya setuju banget. apalagi kalo beli di real estat yg developernya[~~]
  • aldi:  tapi jangan lupa, cek juga kapabilitas developernya.. sebisa mungkin jangan pilih[~~]
  • snydez:  rasputin, karena katanya jepang masih punya dendam dengan rusia. [~~]
  • aldi:  dan kabarnya personil JKT48 akan nambah lagi di serial ini... tapi masih[~~]

Links

TagCloud