23
Dec
2012
20:14

wow, koleksi simcard gue lumayan banyak. hehhe, dari sekian banyak sim card tersebut, seinget gue cuma 5 yang jadi nomor utama, buat nelpon-nelponan. sisanya adalah simcard untuk koneksi data.

yang masih agak gue ingat adalah ketika tahun 1999-2001 dimana penggunaan mobile phone GSM prabayar baru masih mulai. simcard pertama gue - mentari satelindo - gue beli di bandung dengan harga sekitar 300ribu untuk perdana berisi 100ribu. kalo mau  dapet harga resmi, mesti ngantri di kantor providernya dari subuh.

nah ketika gue migrasi balik ke jakarta, karena masih ada istilah roaming, akhirnya gue mutusin untuk cari nomor jakarta, tapi karena trauma harga perdana yang mahal, kebetulan ada IM3 dari indosat yang bener-bener fresh provider, sehingga harga simcard nya masih murah. tapi karena berhubung nomor baru, si handphone sampe ga ngenalin nama carriernya. bahkan kadang-kadang gagal melakukan telpon karena koneksi antar provider dibeberapa lokasi masih ga nyambung. atau ada yang munculnya sebagai private number sehingga banyak yang ga mau terima telponnya.

kemudian masuklah era modem gprs, modem 3G, yang memicu gonta ganti sim card hanya karena promo 3G nya. disinilah sim card gue beranak pinak.

 

wabah twitter melanda dunia, tidak ketinggalan di indonesia. koran, tabloid yang berhubungan dengan teknologi dan gadget pun ramai-ramai membahasnya.

seiring dengan yang dilakukan artis selebritis di amerika dan internasional lainnya yang rame-rame mendaftar sebagai pengguna twitter, para selebriti indonesia pun tidak mau kalah.

berikut sebagian twitterID para selebritis indonesia dan pesohor serta public figure yang bisa (dan belum tentu bisa) di follow di twitter.

..dan masih banyak lainnya kalo mau diurut-urut. :)

kaya'nya ini imbas dari penggunaan blackberry yang juga mewabah di kalangan orang indonesia, tidak terkecuali artis/pesohor. karena kalau melihat aktifitas update status mereka di twitter, mereka menggunakan aplikasi twitter untuk blackberry.

hal ini selain memicu bertambahnya pengguna twitter (dan juga facebook) juga memicu bertambahnya pengguna blackberry  karena stigma yang salah kaprah "kalau mau online lewat henpon ya mesti pake blackberry".

dan diperparah dengan sifat serta kelakuan orang indonesia yang suka membebek dan iri sama orang lain serta rasa ngga mau kalah.

padahal untuk online di henpon, sama sekali tidak perlu blackberry, ataupun nexianberry. atau berry berry lainnya. yang penting mobile phonenya bisa connect ke internet, entah itu via GPRS, EDGE, ataupun 3G network.

ya sudahlah, mari kita lihat aja sampai mana badai twitter ini menerpa orang indonesia.


 
Xplore G18
GSPDA Xplore G18
tidak seperti beberapa orang seperti hedwigus atau aulia atau orang-orang di id-PalmOS yang sudah mengenal Palm dari sejak jaman Palm III, gue baru mengenal Palm device baru-baru ini aja. dimulai dengan menggunakan pdaphone dari GSPDA Xplore G18.

Beberapa tahun menggunakan Xplore G18 tersebut, beberapa kali harus mengalami servis, akhirnya pada ujung-ujungnya selesai ketika screen nya pecah.
tapi karena kepincut dengan ke'sederhana'an henpon tersebut. gue mencoba mencari penggantinya, yang Palm device juga. waktu itu gue kepengen punya generasi berikut dari Xplore ini, yaitu Xplore M68, sayang ga kesampean, karena sulit sekali mencari ada yang jual di jakarta. nitip dari malaysia pun ga sukses.
alhasil, gue beralih ke Palm device lain, yaitu Palm Treo 650.

Palm Pre

Palm Pre

sampai pagi ini, ketika dari twitter ada link kesebuah postingan tentang palm gadget yang paling gress.
ketika gue samperin, wuah lumayan keren, bahkan dari obrolan di milis id-PalmOs pun bisa dibilang ini gadget Palm yang memang sudah diimpi-impikan dari dulu.
dengan feature yang lengkap, kemampuan handal(?).

dari sudut pandang bentuknya, gue tetep menganggap iPhone masih elegan, masih belom ada yang nandingin. tapi yang menarik perhatian gue adalah OS nya, dari segala macam gosip, bakal makai linux lah, dst, dll. ternyata si Palm Pre ini pake WebOS.
weh, OS apapulak tuh?.., setelah diliat di wiki, ternyata OS ini memang sudah dimulai dari tahun 1999, dan peruntukannya adalah untuk aplikasi dekstop yang engine nya adalah webserver. jadi menggunakan resource internet daripada pakai resource desktopnya.
hmm, menarik.

sekarang pertanyaanya, apakah Palm bisa sukses menjual Palm Pre ini setelah launchingnya (6 bulan lagi?). ketika orang masih euforia dengan gadget baru ini, ada bagusnya Palm segera mebuat sistem pendistribusian ke negara-negara yang berminat. gak seperti iPhone 3G yang maju mundur ga jelas kapan bakal 'terbit' di Indonesia.

image source : mobilecrunch

unreated post : termakan iklan

 

Komentator

  • jual tas murah:  bener gan. makasih [~~]
  • aldi:  sepi banged... kayak pameran seni instalasi jadinya... dgn seabrek2 tokoh anime/manga harusnya[~~]
  • Ragil Duta:  Saya punya nih beberapa ebook streetphotography. Pernah liat punyanya Thomas Leuthard?[~~]
  • Towab Yusuf:  3G is the great network. [~~]
  • fisto:  iya setuju banget. apalagi kalo beli di real estat yg developernya[~~]
  • aldi:  tapi jangan lupa, cek juga kapabilitas developernya.. sebisa mungkin jangan pilih[~~]
  • snydez:  rasputin, karena katanya jepang masih punya dendam dengan rusia. [~~]

Links

TagCloud