kehebohan film pendekar tongkat emas, buat gue sangat terasa sekali gaungnya di ranah media sosial. pertama karena gue follow mira lesmana di twitter dan di instagram. 
dan ditambah promosi gencar dari akun filmnya di twitter dan facebook
tapi dari awal mendengar bahwa film ini adalah film silat - silat klasik, gue pribadi ga terlalu tertarik. ya karena selain gue ga tertarik sama adegan silat, gue udah ter-donder dengan film-film drama biasa.

jadi untuk kemudian film yang katanya berbudget 25 milyar rupiah dan memakan waktu shooting on-site di sumba berbulan-bulan (3 bulan?) tentu setidaknya ada diapresiasi. untuk itu gue memberi ponten 3 untuk skala 1 sampai 5. lah pelit amat mengapresiasi :D :D, ya itu karena pertimbangan gue dibawah ini.

yang bikin poin minus dari film golden cane warrior (gue ga tau kenapa ada dikasih subjudul bahasa inggris) adalah karena film ini besutannya mira lesmana dan riri riza! dari seorang maestro perfilman tentu diharapkan kondisi film yang lebih ok dari yang sekarang gue rasakan.
film ini pemilihan cast nya tentu sudah melalu proses dengan syarat kondisi tertentu, tapi kenapa nicolas saputra? walhasil image rangga ga lepas dari karakter elang. mana diakhir film ada adegan ciuman untuk kemudian ditinggal pergi dan scene bulan purnama pulak :D :D aadc part deux?


dan karakter dari tara basro, ini apa emang didirect seperti itu? sepanjang film koq banyak banget close-up ke mukanya dia, dan akting sinisnya jadi keliatan ga gitu sinis. atau bukan itu yang diharapkan? :D

dan salah satu lagi permasalahan cast, yaitu : kurang banyak!
mau bikin film dengan nuansa silat, perguruan silat ternama dan pertandingan silat ya diharapkan figuran untuk jadi penontonnya harus buanyuak dong. lah koq seuprit gitu doang. 
apa ga diusahain pake teknik kamera gimana gitu biar jadi terlihat banyak orang?

dan minus terakhir adalah scene yang ada beberapa lobang disana-sini, walaupun dimaklumi, tetep aja ganggu.
kaya perjalanan waktu berlatihnya dara kepada elang yang seharusnya tergambar berlangsung bertahun tahun, terasanya cuma berapa minggu. makanya heran ketika pertarungan dara dengan gerhana, tiba-tiba terinterupsi dengan kehadiran anak umur 5 tahunan dari gerhana - biru.
dan salah satu yang mengganggu adalah pindahnya lokasi scene berantem dari tempat perguruan baru tongkat emas ke tempat perguruan tongkat emas yang lama, yang kalo ditilik dari scene di awal film, itu lumayan jauh jaraknya.

ok, sekarang nilai plus nya.
pertama, karena ini film mira lesmana dan riri riza! lho?! double standard! heheh biarin. film mereka selalu yang terbaik, jadi buat gue itu menjadi nilai plus juga, heheh :P

proyek idealis, ingin menampilkan keindahan alam sumba ke penonton, tentu saja selain penonton indonesia juga kepada penonton asing.

dan juga dedikasi para cast dan crew-nya berbulan bulan di sumba yang terkenal sebagai salah satu daerah terkering di indonesia, pasti agak menyakitkan untuk orang kota. dan para aktor aktrisnya rela berjibaku belajar naik kuda sampe jatoh-jatoh, dan memar-memar karena belajar kungfu silat, karena mereka ngakunya memang tidak punya keahlian bela diri apapun sebelumnya.

 

mira lesmana pernah berseloroh di twit nya kalau film pendekar tongkat emas ini meledak, dia akan membuatkan aadc 2! 

entah apa ukuran meledak buat mira lesmana, tapi kalau melihat jumlah penonton bioskop sampai akhir desember 2014 masih sangat jauh dibawah film-film indonesia lain yang beredar berbarengan di desember.

filmindonesia photo filmindonesiaorid-_zps9bc0e55d.jpg
sumber: film indonesia per Des-14

jadi semoga film ini meledak menurut mira lesmana, sehingga jadi dibuatkan aadc 2! yey.

nah buat yang belum nonton, langsung check lah di mana bioskop yang masih nayangin dan segera tonton sebelum habis masa edarnya.

 

ngeliatin tweetnya ryan soal redenominasi yang terkait dengan inflasi, gue jadi mendapat insight baru soal redenominasi.

redenominasi adalah perubahan sebutan nominal uang, tapi tidak merubah apalagi memotong nilainya.

selama ini gue berpikir redenominasi itu hanya menghilangkan angka 0 tiga buah. tapi ada hal lain dari sekedar menghilangkan nol tersebut. yaitu adanya pembulatan.
pembulatan yang terjadi udah pasti pembulatan keatas. walhasil harga barang jadinya ya lebih mahal dari harga asli nya.

 photo C360_2014-02-13-10-21-40-429_org_1_zpsdaf91df7.jpg

dan kalo ada harga yang seharusnya ga semahal yang terbeli, makanya bisa jadi inflasi akan meningkat. dan efeknya ya bola salju. karena inflasi naik, harga harga lain yang seharusnya ga naik ikut memaksa naik. 

contoh:
belanja coklat yang harga Rp 2650. dengan redenominasi maka harganya jadi Rd 2 dan 65 sen. 
yang jadi pertanyaan, bakalan ada kah uang 5 sen?  yang ada entar harganya dibulatkan jadi Rd 2 dan 70 sen. 
dan kalau nanti ternyata nominal sen terkecil itu 50 sen, jadinya itu bisa dibulatkan jadi Rd 3.

bayangin kenaikan harganya 13%, dari Rp 2650 jadi Rp 3000.

 

btw, kalau ternyata beneran redenominasi jadi diberlakukan, mata uangnya jangan disebut Rp, tapi ubahlah jadi Rd. sehingga tidak rancu ketika dientri ke sistem komputerisasi. dan IDR jadi IRD. dan juga jangan disebut Rupiah, tapi RupiahRedominasi.
karena kalau masih pake kode, penyebutan dan simbol yang lama. nanti bisa ketukertuker, niatnya 500 ribu rupiah, tapi ada yang salah baca dianggapnya 500 doang itu 500 rupiah. kan kacau.

related:

Sen menjadi satuan rupiah terkecil

perdebatan redenominasi

 

bangsa ini kepengen diaku sebagai bangsa yang besar. besar secara harafiah aja sih udah. tapi itu ga cukup untuk membuat mata internasional ngelirik lebih banyak.
gak sedikit personal, maupun organisasi atau kenegaraaan yang menonjol di dunia internasional, tapi tetep ga cukup juga untuk membuat tulisan ‘indonesia’ muncul.

contohnya paling terakhir adalah OST Frozen yang dinyanyikan dengan 25 bahasa, tapi bahasa indonesia ga ada.
kenapa?
entah.

 

padahal Disney On Ice tiap tahun digelar di jakarta. dari situsnya disney pun sama sekali ga tercantum ada nama indonesia.

 photo noindonesia1_zpsbc70238c.png

mari kita liat hal lain; bahasa melayu masuk top 10 bahasa yang dipergunakan di twitter
koq bisa?
entah.
mungkin yang nganalisa ngga bisa bedain mana bahasa indonesia mana bahasa melayu. tapi itu jadi menunjukkan bahwa bahasa indonesia pun gak dikenal.

masih di twitter, indonesia masuk top 10 negara dengan market terbesar di twitter. tapi apa kah ada perwakilan twitter di indonesia? trus mau jualannya gimana? deal langsung dengan twitter amerika? yang ada devisa nya tetep pergi keluar.

 photo twitterusersindonesia_zps49621ea8.png

trus ini salah siapa?
kalo ini kaya‘nya gue bisa nebak, ini salah pemerintah sendiri, yang bikin peraturan yang nyusahin, dengan harapan ada calo, yang tentunya ada pemasukan ke pejabatnya. yang tentu saya buat korporasi macam twitter yang bakal kena IRS lah, audit internasional lah, uang jasa calo bisa bahaya buat mereka karena bertedensi suap.

hal ini mirip dengan facebook. indonesia juga masuk top 10 pengguna facebook. tapi apa mereka bikin perwakilan disini? engga kaya‘nya. sama mungkin dengan twitter yang keribetan dengan ijin usaha disini.

 photo indonesia4facebook_zpsf5c2e644.png

contoh lain sih: blackberry. sekali lagi, indonesia adalah top 10 pengguna blackberry. tapi bukannya difasilitasi supaya ada kemudahan, malah direcoki dengan segala tuntutan data center. yang toh juga ga dipenuhi, dan setelah ganti kulit pun, BBM tetep lumaya punya kuku dikalangan chatter indonesia.

 

 

Komentator

  • desain rumah minimalis:  artikel yg menarik gan. salam kenal [~~]
  • Info unik menarik:  Keren gan,ane tonton videonya,nice share :) [~~]
  • cK:  Waaah ke Sumba jugaaa! Aku belum bikin postingan soal Sumba. :))) @mas[~~]
  • snydez:  @nat : ya itu, si guide/supirnya agak males nganter kita kesana.[~~]
  • snydez:  @kw : selembar bisa sampe jutaan rupiah :) [~~]
  • kw:  wow asyik ya jalan-jalan ke sumba. Selembar kain sumba berapa ukuran[~~]
  • Natalia:  Waaaa kenapa gak jadi ke Sumba Timur hahahaha... Aku juga pernah[~~]

Links

TagCloud