agak terheran-heran ketika menerima undangan LINE meet up karena gue sama sekali ga pakai LINE.
dan kalo ngeliat di timeline twitter gue, biasanya tweet yang berhubungan dengan LINE itu biasanya pamer score game LINE. intinya gue ga tau apa apa tentang LINE ini.
lalu gue mencoba menginstall LINE ini, begitu mau ngistall gue melihat selain LINE chat ada beberapa LINE game dan juga aplikasi lain LINE yang tersedia di market.
gue liat ada LINE camera dan LINE tools. tapi berhubung waktu, akhirnya yang gue instal cuma LINE chat.
begitu udah register di LINE chat, ternyata gue kesulitan untuk menambah teman secara manual, karena menunya cuma ada nambah friend secara otomatis lewat phonebook. walhasil gak gue apa-apain juga itu LINE chat.
sampai di tempat meet up ternyata gue kepagian, ketemu sama @dedenph (yang ngundang) dan @amasna. dan baru ada beberapa orang lain yang udah duduk-duduk.
acara dimulai dengan memperkenalkan perwakilan LINE dari korea yang menceritakan mengenai LINE dan sekarang sudah mencapai 100 juta pengguna di seluruh dunia. dan kemudian diceritakan juga produk-produk LINE.
produk-produk LINE antara lain, (lain, LINE, it's a rhyme :D)

dari sekian aplikasi LINE tersebut, mungkin untuk saat ini yang gue akan pakai baru LINE camera, kalo LINE brush berhubung masih layar kecil agak agak repot kaya'nya. sementara LINE aplikasi yang lain akan gue coba dilain waktu :D soalnya chat, game, dll tersebut bisa dibilang gue udah 'meninggalkan'nya dari jaman dulu, hehe.
cuma yang agak heran adalah pemilihan nama LINE. khan kata itu generik banget, istilahnya di dunia per-SEO-an itu berat banget untuk bisa bawa LINE ke top result. dan kalo lagi ngobrol ngobrol pun jadinya bisa salah nangkap maksudnya. LINE - lain :D
wow, koleksi simcard gue lumayan banyak. hehhe, dari sekian banyak sim card tersebut, seinget gue cuma 5 yang jadi nomor utama, buat nelpon-nelponan. sisanya adalah simcard untuk koneksi data.
yang masih agak gue ingat adalah ketika tahun 1999-2001 dimana penggunaan mobile phone GSM prabayar baru masih mulai. simcard pertama gue - mentari satelindo - gue beli di bandung dengan harga sekitar 300ribu untuk perdana berisi 100ribu. kalo mau dapet harga resmi, mesti ngantri di kantor providernya dari subuh.
nah ketika gue migrasi balik ke jakarta, karena masih ada istilah roaming, akhirnya gue mutusin untuk cari nomor jakarta, tapi karena trauma harga perdana yang mahal, kebetulan ada IM3 dari indosat yang bener-bener fresh provider, sehingga harga simcard nya masih murah. tapi karena berhubung nomor baru, si handphone sampe ga ngenalin nama carriernya. bahkan kadang-kadang gagal melakukan telpon karena koneksi antar provider dibeberapa lokasi masih ga nyambung. atau ada yang munculnya sebagai private number sehingga banyak yang ga mau terima telponnya.
kemudian masuklah era modem gprs, modem 3G, yang memicu gonta ganti sim card hanya karena promo 3G nya. disinilah sim card gue beranak pinak.
google mempunyai produk untuk keperluan pembuatan dokumen, spreadsheet yang disebut google docs. layanan ini sudah lumayan lama, dan gue menggunakannya hanya sesekali. mengingat bandwith yang digunakannya engga sedikit.
nah mungkin setelah beberapa lama stagnan, layanan office ini menjadi booming lagi setelah google me-rebrand namanya menjadi google drive, dengan penambahan feature file sharing yang kapasitasnya diperbesar. sebenernya pun feature file sharing ini juga sudah ada lama dari jaman google docs.
nah beberapa waktu lalu gue mengunggah sebuah dokumen spreadsheet ke google drive, dan gue mengoperasikannya di rumah dan di kantor.
pada saat setelah nyaris selesai mengedit dokumen tersebut, baru gue tersadar ternyata gue melakukan kesalahan yang lumayan fatal. eh iya, sebelumnya, fyi, google drive ini canggih (dan karena itu memakan bandwith banyak) karena melakukan auto save untuk setiap dokumen yang sedang diedit/buat.
gue tersadar telah melakukan kesalahan yang lumayan banyak dan gue ngga inget mesti betulin dimana aja. langsunglah gue bersusah hati, karena mau ga mau apa yang gue update paling terakhir adalah itu yang menjadi 'dokumen' nya.
berharap penuh kalo developernya google drive ini berwawasan luas, mulailah gue mengoogling: "version history google docs". dan ternyata ada! saudara saudara!
semua dokumen yang ada di google drive mempunyai revision history.
adanya di menu File >> See Revision History.
dan, kemudian memilih jam kapan, tanggal berapa, untuk dokumen tersebut di revert - dikembalikan ke kondisi sebelum ada perubahan.