11
Mar
2009
15:20

pajangan dengan tulisan "tamu harap lapor" biasanya banyak ditemui di lobby ataupun resepsionis di gedung perkantoran.
gue bilang pajangan, karena bagi sebagian orang, tulisan tersebut tidak berarti apa-apa, cuma hiasan meja si resepsionis atau sekuriti. dari pengamatan gue, "sebagian orang" tersebut kebanyakan orang yang "penting" dan "pintar". mereka menganggap tulisan tersebut membodohi dan melecehkan mereka, sehingga mereka cuekin aja.

siang ini -- di tempat klien --, gue mau ke basement, dari lantai 7.
lift berhenti di lantai 1, dan beberapa orang didalam lift keluar.
trus sesaat lift hendak menutup, tiba-tiba dua orang berjas rapih, salah satunya orang asing, masuk kedalam lift.
begitu masuk, mereka celingak-celinguk mencari tombol nomor lantai yang biasa dipencet untuk menuju lantai yang akan dituju. begitu sadar bahwa tombol tersebut tidak ada. mereka buru-buru memencet tombol pembuka pintu. untung pintu lift terbuka dan mereka segera keluar.

lift di gedung ini memang tidak ada tombol lantai di dalam lift. tapi adanya di luar. jadi, orang harus menentukan dulu lantai mana yang mereka tuju sebelum masuk ke lift dengan memencet tombol yang ada di gang - di luar lift.

kalau saja kedua orang pintar dan penting tersebut, mau me-lapor-kan keberadaan mereka, hendak kemana, lantai berapa, tentu mereka akan dipandu oleh sekuriti dengan menunjukkan apa yang mereka harus lakukan.

dan juga dengan melaporkan diri, mereka akan dapat IDcard visitor, yang akan memudahkan mereka berinteraksi dengan orang lain dan di identifikasi oleh sekuriti di lantai yang mereka tuju.
karena semua pintu dilengkapi dengan kunci elektronik yang hanya bisa dibuka dengan IDcard pegawai. jadi untuk tamu, harus dibukakan oleh sekuriti.

bahkan, jika mau ke kantor tetangga (masih di gedung yang sama) mereka harus dapat IDcard visitor khusus untuk bisa memecet nomor lantai kantor tetangga tersebut. tanpa IDcard khusus tersebut, ga bisa sampai ke lantai yang dimau, karena tombol lantai nya tidak akan bereaksi sebelum ada verifikasi magnetik dari IDcard tersebut.

gak lucu khan, udah rapih, kelihatan penting, tapi cengo' karena ga tau musti ngapain di kantor/gedung orang.

atau, mungkin diganti aja ya tulisan "tamu harap lapor" dengan "malas melapor, sesat di gedung" :)

 
22
Sep
2006
10:52
hueh!, lagi di lift, tiba tiba .. bleep! mati lampu. terguncang guncang bentar, trus berenti.
orang sebelah gue langsung mengucap, lalu panik,
"pak, coba pencel tombol telponnya!"
bapak yang deket tombol, dari suara tangannya yang meraba raba tombol, kebingungan gak apal posisi tombol telpon dimana, gulita banggged.

gak sabar, si mas yang panik tadi, langsung nyalain henpon. gue gak ikutan, siemens M35 gue ga punya kemampuan lcd yang benderang dibandingkan dengan henpon henpon baru sekarang [note : xplore G18 gue pecah LCD nya :( sehingga beralih dulu ke henpon lama gue]

begitu ketemu tombol telponnya, di pencet pencet sambil teriak halo halo, gak ada respon..

tiba tiba bleep lagi, lampu menyala, semua tombol lantai yang udah kepencet dalam posisi ke reset, dan lift terasa bergerak ke atas,.. gue langsung buruburu pencet lantai gue, takut liftnya tau tau udah dilantai 20-an.
tapi si mas tadi tetep kekeuh mencel tombol telpon, gak ada respon, eh dia malah mencet tombol alarm.

hehe, seru juga ngalamin lift jammed disaat mati lampu.

related post : lift, gempor

 

Komentator

  • orang yg teraniaya:  Gue pernah alami yg lebih pahit lg daripada itu dg lion[~~]
  • jual tas murah:  bener gan. makasih [~~]
  • aldi:  sepi banged... kayak pameran seni instalasi jadinya... dgn seabrek2 tokoh anime/manga harusnya[~~]
  • Ragil Duta:  Saya punya nih beberapa ebook streetphotography. Pernah liat punyanya Thomas Leuthard?[~~]
  • Towab Yusuf:  3G is the great network. [~~]
  • fisto:  iya setuju banget. apalagi kalo beli di real estat yg developernya[~~]
  • aldi:  tapi jangan lupa, cek juga kapabilitas developernya.. sebisa mungkin jangan pilih[~~]

Links

TagCloud