11
Sep
2014
20:09

dua hari berturut-turut ini disuguhi pemandangan 4 kali kejadian clash antara dua pengguna jalan. motor dengan mobil, mobil dengan motor. pemandang yang tampak sangat tidak mengenakan untuk dilihat. emosi diumbar-umbar, pengrusakan.

sampai 4x terjadi di depan mata, membuat hal tersebut seperti sebuah (atau empat buah) pertanda.
gue sering banget terseret untuk umbar emosi, mau di jalan raya, di lingkungan, di manapun — jadi inget pernah dijuluki manusia buatan no-18 sama temen-temen kost karena ribut dengan ibu kost. jadi kejadian-kejadian tersebut seperti pengingat ke gue. sudut pandang ditukar, gue jadi orang sekitar yang melihat kebrutalan. 

yup, gue seperti melihat orang bego, berantem dengan orang bodoh. sama-sama tolol.

kondisinya adalah biarpun ada yang benar dan ada yang salah. ketika gue yang mengalami clash tersebut, yang ada setelahnya sih rasa pahit, getir. 
dan biarpun kalau memang gue pada sisi yang benar pun, si orang yang di sisi yang salah itu pun ga tau salah nya apa. entah emang beneran ga tau, atau ga mau tau. beneran ga tau, apa emang bego.
jadi intinya sama-sama merasa ga salah.

akhirnya sejak itu, gue berusaha berubah. gue menjadi yang mengalah, gue yang akan diam tak beradu bacot, gue yang akan mempersilahkan those stupid arse doing whatever his ass want to do. i will not stand in his/her way.

pengecut?

emang. gue ga mau terlihat seperti orang bego. gue akan mengalah dengan nggak ngebikin gue jadi sama rendah sama si bego.
kenapa gue bilang si bego. karena mau argumen apapun, orang-orang kaya gitu mah tetep ga mau kalah. mau adu jotos pun ga menghasilkan apapun, gak akan berpikir bahwa dia salah.
yang ada malah berurusan sama polisi. dan hukum disini bengkok banget. jadi either you are powerfull, sulit untuk engga dijebak sama pihak-pihak berwenang.

kalo ternyata bisa diberantemin secara baik-baik sih mungkin bisa saling membuka pikiran.

tone photo quote-generator-poster-10-of-conflict-is-due-to-the-difference-in-opinion-and-90-is-due-to-wrong-tone-of-voice_zps50897206.png

cuma masalahnya kaya gitu kejadian mungkin 1 dari 100 kejadian. 
dan kalo menilik gue, seperti yang gue bilang tadi bahwa pernah dijuluki manusia buatan no-18, nada suara gue ga bisa tone down, jadi malah ga guna ngajak omong orang yang udah emosian.

jadi penasaran sama mario teguh, kalo dia clash sama orang, beneran ga ya dia pakai nada sopan?

related post: orang-waras dianggap gila karena orang lain yang gila

 

dari selintasan obrolan di tweet dengan @askvicong, tersebutlah ATC Kemayoran.

yang mengakibatkan gue penasaran sama ATC ini. karena dari jaman gue kecil sampe sekarang sama sekali ga pernah liat bangunan ini. 
beberapa bulan lalu gue melihat beberapa tweet yang nyebut nyebut ATC ini, karena kabarnya akan digusur oleh pengembang. 
cuma karena liat sekilas, akhirnya lupa, sampai @askvicong nyebutin lagi.

ATC ini merupakan peninggalan bandar udara kemayoran yang sekarang jadi beralih fungsi menjadi bangunan gedung gedung apartemen, kantor. kondisinya saat ini dikabarkan sangat tidak terurus, beruntung bangunannya adalah bangunan kuno yang lumayan kokoh menghadapi usia.
bangunan ATC ini juga termasuk dalam cagar budaya. (silahkan klik link2 dibawah untuk detailnya).

dikalangan fans komik tintin, bandara kemayoran adalah sebuah kebanggaan tersendiri, karena dalam edisi Flight 714, Tintin dan kawan-kawan sempat landing di Kemajoran Airport, Djakarta. 
dan juga dari beberapa kalangan dari komunitas penerbangan, juga mengharapkan ada yang bisa diselamatkan dari bekas bandara kemayoran ini. salah satunya adalah ATC tersebut.

buat yang ingin ikut berpartisipasi menorehkan tandan tangan digitalnya, ini ada petisi yang digalang untuk dikirim ke jokowi. :

Selamatkan Menara Kemajoran, Komplek PRJ Kemayoran, Jakarta Pusat, Indonesia

thanks to kemajoran, facebook fan page untuk menyelamatkan ATC ini, gue bisa dapat posisi persis dimana ATC itu,


View International Airport of Kemayoran in a larger map

 

link;

 

jika ada orang yang berkemampuan menghentikan kejahatan tapi ga dilakukan, ya itu sama aja dia juga melakukan kejahatan. contohnya ya polisi, dia ngeliat orang lagi mau maling, tapi dia ga mencegahnya , ya sama aja si polisi itu maling.

ditulisan ini gue cuma mau fokusin ke hal-hal lalu lintas. seperti yang sering gue amati, di beberapa tempat seperti persimpangan sarinah, persimpangan pasar baru, persimpangan dokter sutomo, itu para polantas ga guna banget. ada yang melanggar rambu (lalu lintas) di depan mata tu polantas, di cuekin. buat gue yang berusaha banget ga melanggar rambu jadinya gondok banget. super gondok. 

nanti giliran gue melanggar hal hal ga penting yang ringan seperti misalnya ga menyalakan lampu motor - karena kelupaan, ga sengaja, eh malah disetopin dan ditilang.

 

beberapa contoh kasus, sore hari jam 5-an, persimpangan pasar baru - hotel golden itu parah banget, yang mau kekanan cuma dikasih satu lajur, karena lajur paling kanannya sudah dipakai untuk busway. nah ada mobil , motor yang masuk busway dan pada saat bersamaan , kendaraan yang mau kekanan dapat giliran hijau. eh motor mobil yang dari busway ternyata pengen lurus, dan maksa. eh polantas yang persis berhadapan dengan kondisi itu, cuek aja.

nah kalo pelanggaran rambu dicuekin gitu aja, walhasil para pelanggar lalu-lintas merasa aman. merasa itu adalah hal biasa. jadi lain kali juga melakukan lagi. itu baru pikiran satu orang pengendara, tapi kahn orang sini itu membebek, walhasil begitu melihat orang lain ga diapa-apain sama polantas, dia juga merasa ikutan aman.
polantas mau seberapa buncit perutnya juga ga dianggap, dimana rasa takut sama polantas juga sudah hilang.

 

 

jadi kemanain itu wibawa polantas sebagai pengegak hukum, dilecehin sama pengendara karena kelakuan sendiri
kalo gue ngerti hukum , mungkin gue akan bikin class action, gue bakal tuntut semua polantas yang ga memproses para pelanggar rambu itu di'tilang' dan mereka menjalani pengadilan sendiri.

selain masalah gondok karena pembiaran pelanggaran itu, hal yang lebih serius adalah terjadinya kecelakaan.
pada malam hari, beberapa kali gue ngeliat kecelakaan di persimpangan sarinah, karena yang satu maksa belok, sementara yang lurus juga ga ngeh kalo ada yang belok
nah kalo kaya' gitu emang polisi disitu mau tanggung jawab? nyawa orang lho..
yang ada malah polantasnya nyari 'untung' dari kecelakaan

intinya sih: kalo ada hal hal kecil negatif tapi dibiarin, semakin lama jadinya malah kejahatan kelas kakap. seperti yang dilansir sama broken window theory deh. The theory states that maintaining and monitoring urban environments in a well-ordered condition may stop further vandalism and escalation into more serious crime.

 

Komentator

  • orang yg teraniaya:  Gue pernah alami yg lebih pahit lg daripada itu dg lion[~~]
  • jual tas murah:  bener gan. makasih [~~]
  • aldi:  sepi banged... kayak pameran seni instalasi jadinya... dgn seabrek2 tokoh anime/manga harusnya[~~]
  • Ragil Duta:  Saya punya nih beberapa ebook streetphotography. Pernah liat punyanya Thomas Leuthard?[~~]
  • Towab Yusuf:  3G is the great network. [~~]
  • fisto:  iya setuju banget. apalagi kalo beli di real estat yg developernya[~~]
  • aldi:  tapi jangan lupa, cek juga kapabilitas developernya.. sebisa mungkin jangan pilih[~~]

Links

TagCloud