dari selintasan obrolan di tweet dengan @askvicong, tersebutlah ATC Kemayoran.

yang mengakibatkan gue penasaran sama ATC ini. karena dari jaman gue kecil sampe sekarang sama sekali ga pernah liat bangunan ini. 
beberapa bulan lalu gue melihat beberapa tweet yang nyebut nyebut ATC ini, karena kabarnya akan digusur oleh pengembang. 
cuma karena liat sekilas, akhirnya lupa, sampai @askvicong nyebutin lagi.

ATC ini merupakan peninggalan bandar udara kemayoran yang sekarang jadi beralih fungsi menjadi bangunan gedung gedung apartemen, kantor. kondisinya saat ini dikabarkan sangat tidak terurus, beruntung bangunannya adalah bangunan kuno yang lumayan kokoh menghadapi usia.
bangunan ATC ini juga termasuk dalam cagar budaya. (silahkan klik link2 dibawah untuk detailnya).

dikalangan fans komik tintin, bandara kemayoran adalah sebuah kebanggaan tersendiri, karena dalam edisi Flight 714, Tintin dan kawan-kawan sempat landing di Kemajoran Airport, Djakarta. 
dan juga dari beberapa kalangan dari komunitas penerbangan, juga mengharapkan ada yang bisa diselamatkan dari bekas bandara kemayoran ini. salah satunya adalah ATC tersebut.

buat yang ingin ikut berpartisipasi menorehkan tandan tangan digitalnya, ini ada petisi yang digalang untuk dikirim ke jokowi. :

Selamatkan Menara Kemajoran, Komplek PRJ Kemayoran, Jakarta Pusat, Indonesia

thanks to kemajoran, facebook fan page untuk menyelamatkan ATC ini, gue bisa dapat posisi persis dimana ATC itu,


View International Airport of Kemayoran in a larger map

 

link;

 
9
Dec
2013
16:12

@fotodroids beberapa waktu mengadakan workshop fotografi yang membahas street photography. dari woro-woro di twitnya.

selama ini gue emang belum pernah paham sama genre foto ini, juga belom paham sih dengan genre foto-foto yg lain :D. jadi pendapat gue terhadap street photography hanya sebatas penterjemahan arti dari kata tersebut, yaitu ngambil foto di jalan atau lingkungan sekitar. 
di salah satu tweetnya @fotodroids memberikan URL ke postingan engadget yang juga sedang membahas street photography. bahkan setelah melihat video di postingan si engadget itu pun, pandangan gue ga berubah.

sampai ketika oom ben @ngarepmburi memaparkan apa sih street photography itu. street photography itu adalah salah satu genre yang paling jujur. jadi memoto apa adanya tanpa mengubah si subyek. makanya dari presentasi foto foto yang ditampilkan sama sekali ga ada yang menarik (baca: nyeni).
karena fotografi terbagi dua; dokumenter dan seni. dan street photography ini masuk pada kategori dokumenter. jadi wajar kalo foto-foto nya sama sekali ga artistik ataupun nyeni.

buat gue ini bener bener menohok, karena anggapan gue yang namanya photography itu harus nyeni, harus bagus.

nah, untuk bisa memahami foto dari steet photography ini, harus bisa 'membaca' foto. jadi ada rules atau pakem tentang bagaimana sebuah foto street photography dieksekusi.
rules nya antara lain: similarity, humor, symbol, irony.
nah ketika rules tersebut tercakup dalam foto yang diambil, maka barulah bisa dinilai apa photo itu 'bagus' apa 'ga bagus'.
si oom ben berseloroh, kira kira: "kalau cuma foto tukang bajaj lalu dianggap street photography , lah itu banyak banget yang masuk ke sidewalkers.asia. tapi ya ga lolos karena tidak ada rules nya yang ter-apply."

street sight photo streetphotographyIMG_1637_zps57a509b1.jpg

kemudian permasalahan yang paling sering terjadi ~ terutama buat newbie dalam mengeksekusi street photo adalah bagaimana berhadapan dengan subyek. karena fotografer nya ga boleh sembunyi-sembunyi. dan juga harus sopan terhadap subyek, jika misalnya subyek menujukan gesture penolakan, maka jangan lah si fotografer kekeuh pengen moto juga.
nah buat orang yang tidak pede-an, sangat-sangat susah untuk melakukan hal ini. takut subyeknya marah. takut subyeknya gebukin dia, dll.

kembali ke hal bahwa street photography adalah genre fotografi yang jujur. jadi touch up semacam sotosop (mengedit dengan tools image editing ~ photoshop) sangat diharamkan. namun untuk hal standar seperti cropping, masih dibolehkan. bahkan oom ben menyarankan untuk pemula untuk mengcrop photonya untuk membiasakan atau mencari style photo nya.
begitu juga dengan subyeknya, kalau sampai subyek posing, itu jatuhnya sudah bukan dokumenter lagi, tapi ke ranah art.

lalu yang paling out of context adalah, street photography itu sehat.
karena harus berjalan kaki :D 

btw ini link ke blog foto foto gue: http://photoinpicture.wordpress.com

 

jangan pernah berpikir untuk membeli rumah seken, bekas, second, tangan ke-dua , kalau ga punya cash keras ditangan dalam jumlah mumpuni.
ha? tapi khan ada KPR, bisa dong.
iya bisa, bisa banget, tapi tetep mendingan KPR nya untuk beli rumah baru.

 

dijual tanpa perantara, Image Hosted by ImageShack.us
KPR, kredit pemilikan rumah, adalah sistem penalangan pembayaran pembelian rumah yang dilakukan oleh bank. tentu saja bank yang kita 'tunjuk'.
jadi, kita mengajukan KPR kepada bank untuk menalangi pelunasan untuk rumah yang kita beli. lalu si bank membayarkan sejumlah uang kepada si penjual rumah, dan kemudian uang tersebut kita cicil sampai lunas.

ketika sebuah rumah seken hendak diperjual belikan, si penjual harus melengkapi sekian dokumen yang diperlukan.

antara lain, KTP suami (dan istri), Kartu Keluarga, bukti pelunasan PBB sampai tahun berjalan, IMB dan sertipikat tanah dimana rumah itu berdiri.
satu aja ga ada, kemungkinan besar gagal untuk dilakukan penjualan.

setelah segala dokumen tadi ada, biasanya pembeli menaruh uang panjer, uang muka, down payment ke penjual sebagai tanda jadi.
untuk rumah seken, besaran DP tadi tergantung negosiasi. tapi kalau ingin jual beli ini melalui KPR, sebagian besar bank mensyaratkan bahwa DP nya harus 30% dari harga rumah yang mau dijual (sesuai peraturan bank Indonesia, gitu katanya).
nah, DP pembelian rumah seken, biasanya CASH. gak dicicil.
mulailah berhitung.. kalo aja rumahnya seharga 500juta, maka DP yang harus kita panjeri itu sebanyak 150juta ~ 30%nya. kebayang duit segitu banyak dari mana cobak?
ok. bagaimana, kalo negosiasi sama yang jual, trus kita boleh DP 10juta dulu aja gimana? oh bisa..  sebut aja ini skenario 2, dan yang 30% tadi skenario 1.

ketika mulai mengajukan KPR, biasanya ada biaya survey yang harus dibayar lebih dulu, biasanya 500ribu. *cring* uang cash.
setelah survey, dinilailah kelayakan harga rumah seken tersebut. biasanya sih untuk rumah seken, dihargai itu 70% dari harga jual beli. 
lihat, 70%. konsiprasi wahyudi ini! kenapa cuma segitu hasil surveynya!!? ya bisa aja sih harganya bahkan lebih dari harga jual beli, tergantung kondisi rumah, kembali ke sikon.
lalu ketika seluruh dokumentasi persyaratan KPR sudah terpenuhi, adalah biaya bank yang harus dipenuhi. tergantung bank dan kondisi, taroklah biayanya 5juta. *cring* cash lagi.

oke. itu terkait dengan skenario 1.

sekarang kita lihat skenario 2.
hasil survey, tetebh, kemungkinan sih cuma dihargai 70% dari harga jualbeli. yaitu 350juta. 
uang 350juta ini akan kita pinjam. tapi, bagaimana sisa sebesar 140juta sisanya (10juta sudah DP)?. bagaimana nyari 140juta pelunasan sisanya, kalo ga ada CASH! 
pinjem ke tempat lain. boleh aja, tapi jangan coba-coba pinjem ke institusi keuangan lain (atau bank lain). walhasil kalo terdeteksi, bisa jadi yang disetujui untuk dipinjam bukan 350juta, tapi bisa aja drop jadi 200juta. nah. kalo udah gini gimana mau ngelunasin?!

ya udah, akal-akalin, bilang aja harga rumahnya 700juta. ok. tapi tetep kembali lagi dari hasil survey lapangan. kalo ternyata bentuk rumahnya dianggap gak sampe harga 700juta, gimana? atau bahkan tetep dihargai 350juta?

oke. pusing khan yang skenario 2.

kembali ke skenario 1 dimana biaya bank sudah dilunasi, dan sekarang berurusan dengan notaris.
sekali lagi di notaris di cek dokumentasinya, dan harus asli semua. setelah pengecekan selesai, notaris akan membuat biaya notaris. nah sekali lagi ini tergantung sikon, anggap aja biaya notaris sebesar 15juta. *cring* CASH lagi! oh ya, selain pembeli, biasaya notaris juga meminta biaya dari penjual, kisaran bisa sama, atau lebih kecil, anggap 10juta. 
nah kalo yang jual ga punya uang cash 10juta, jangan harap proses transaksi berlanjut. *grin*
 

jadi ditilik sekilas, mendingan beli rumah baru dari developer.
segala macam DP kadang-kadang developernya ngasih cicilan. trus juga biaya-biaya biasanya udah di'cemplungi' ke biaya setelah DP. yang bisa ikut-ikutan dicicil. seneng kahn? nanti setelah selesai nyicil DP, barulah mulai penyicilan rumah benerannya. 
buat yang ga punya cash keras, option terbaik ya ini.

 

 

Komentator

  • jual tas murah:  bener gan. makasih [~~]
  • aldi:  sepi banged... kayak pameran seni instalasi jadinya... dgn seabrek2 tokoh anime/manga harusnya[~~]
  • Ragil Duta:  Saya punya nih beberapa ebook streetphotography. Pernah liat punyanya Thomas Leuthard?[~~]
  • Towab Yusuf:  3G is the great network. [~~]
  • fisto:  iya setuju banget. apalagi kalo beli di real estat yg developernya[~~]
  • aldi:  tapi jangan lupa, cek juga kapabilitas developernya.. sebisa mungkin jangan pilih[~~]
  • snydez:  rasputin, karena katanya jepang masih punya dendam dengan rusia. [~~]

Links

TagCloud