sakit

ketika lagi sakit kadang yang diperlukan itu hanya istirahat. tapi kadang kalau di rumah, malah tidak bisa istirahat karena banyak gangguan.
sementara kalau sakit dirawat di rumah sakit pun tidak ada jaminan bisa istirahat.
masa’ sih harus check in ke hotel untuk istirahat karena sakit? hey! that sounds a good idea ­čśÇ

yang paling sebel ketika badan butuh istirahat, tapi otak ini koq bekerja terus.
dibilang bekerja juga ga pas, lebih tepatnya seperti melantur, semua dipikirin sampai ke detail-detailnya. walhasil malah jadi gulang guling aja di tempat tidur gak bisa tidur.

nah ketika giliran sudah bisa tidur, malah kaya’ digigit lalat setse. maunya tidur terus, males bangun.

hospital sign
hospital sign

yang paling bisa diambil pelajaran dari sakit ini adalah empati.
ketika kita lagi sehat, terus ada orang atau anggota keluarga lain yang sakit, kita dengan serta merta menasehati harus banyak makan, banyak minum, banyak istirahat.
lah ketika kita sendiri yang sakit, bawaannya sebel kalo dinasehatin gitu, karena mau makan takut efeknya muntah atau malah kebelakang (untuk yang sakit diare). mau minum juga begitu. kalau mau tidur, seperti yang gue alami tadi gue cerita di atas, otak ga mau istirahat.
semoga nanti pas sehat lagi, gak terlalu ngoyo nasehatin orang sakit ­čśÇ

setelah badan agak enakan, biasanya pengen hiburan.
kemarin gue menonton film di tv yang hitungannya sudah kuno, dirty harry,  film terkenal di jamannya tapi belum pernah ketonton. karena memamg film tahun 70-an.
lalu mencoba mengalihkan diri dari hal-hal yang berbau kerjaan, makanya tidak nyalain komputer, bahkan handphone dibiarkan mati kehabisa baterai tidak dicharge.

sialnya, ketika sakit, banyak banget hal-hal penting akhirnya terlewatkan.
beberapa waktu lalu pas dapat undangan seminar pas banget baru sakit. padahal seminarnya menarik, apalagi dapat undangannya gratis.
bayangin kalau bayar, dan harus hangus karena sakit. keselnya dobel.

atau karena handphone tidak menyala selama beberapa hari, ada beberapa kesempatan nyaris terlewatkan karena butuh konfirmasi cepat.

intinya sih sakit itu ga enak, sehatlah selalu.

penunggu rumah sakit

beberapa waktu terakhir ini beberapa kali jadi penunggu pasien di rumah sakit, dengan berbagai macam kelas rawat inap.

beberapa rumah sakit memang membolehkan satu orang keluarga pasien menunggui yang lagi dirawat. hanya satu orang, dan harus menggunakan semacam pengenal yang dipakai setiap berkeliaran di luar jam besuk.
dan juga jangan harap ada fasilitas yang memadai untuk penunggu tersebut.

jadi penunggu biasanya terpaksa tidur sambil duduk di kursi. itu kalau ada kursinya, kalau tidak ada, kemungkinan harus di lorong.
kalo mau nyoba, bisa membawa kasur tipis atau selimut tebal untuk dijadikan alas tidur. tapi biasanya dilarang kalau ketahuan oleh petugas jaga/security. jadi pintar-pintarnya aja membawa alas tidur itu ke kamar rawat.

banyak alasan kenapa lebih baik ada yang nungguin pasien ketika dirawat di rumah sakit. dari sekian banyak hal yang gue perhatiin adalah karena issue pada perawatnya.

gue menemui kadang perawat itu ga sigap terhadap permintaan pasien.
kaya beberapa waktu lalu, pasien di sebelah, minta tolong untuk obat tetesnya tiap jam, dan obat tetesnya ada 2 yang harus berselang 5 menit.
ketika dia manggil perawat, obat tetes pertama sudah ditetes, tapi khan nunggu 5 menit untuk tetesan obat ke 2, nah susternya pamit, nanti akan datang lagi.
apa yang terjadi saudara-saudara? susternya ga datang lagi 5 menit kemudian, ditunggu setengah jam pun engga datang, lalu pasiennya panggil lagi perawatnya, eh yang datang perawat yang lain. ketika disampaikan permasalahannya, suster yang ini bilang mau tanya rekannya tadi.
setelah keluar, ga balik-balik lagi,

nah hal kaya’ gini bisa ditangani kalau ada yang nunggu, sehingga obat atau apapun yang memang penting, khan bisa dilakukan sendiri.

lorong rumah sakit
lorong rumah sakit

salah satu hal yang gue ga percaya bahwa orang (apalagi pasien) bisa istirahat dengan baik di rumah sakit, adalah ya karena perawat ini.
tiba-tiba jam 10 malam, ujug-ujug datang, cuma mau bilang, kalau mereka ganti shift,
atau jam 12 malam, mereka mau tensi lah, mau check apa lah,
iya sih mungkin itu bagian dari perintah dokter, makanya gue selalu beranggapan: orang malah stress kalo dirawat di rumah sakit.

 

blog blogging blogger

buat yang belum tau, kata blogger itu berasal dari kala web log, dan pelaku ‘web log’ nya adalah ‘web logger’. mencatat di web, pencatat di web, kemudian di-bahasa-indonesia-kan menjadi narablog, yang sampai KBBI versi 5 pun masih belum masuk ke kamus ­čÖé

gue udah ngeblog dari tahun sebelum 2001. tapi biar official, gue menggunakan domain snydez.com untuk gue jadiin domain blog gue dari tahun 2001.

malang melintang dari tahun 2001, gue mengalami pasang surut perkembangan blogger dari hal yang biasa, keren, aneh, ajaib, serem dan lain sebagainya.
dan gue ikut ke berbagai komunitas blog yang ada saat itu,
diantara komunias blog yang gue tau, antara lain : blogbugs, blogfam, bloggerian, tukanglenong, bandung blog village, angkringan, dll.
dan ikut beberapa seseruan pertemuan offline – kopi darat – kopdar.

untuk ngeblog, diperlukan blog engine. yaitu platform aplikasi untuk mempermudah ngeblog.
dari pre blog engine, seperti geocities, terus kemudian ada blogger.com, wordpress.com lalu self hosting dengan berbagai engine (pmachine, b2, cafelog, textpattern, dll).
dan bisa dibilang yang masih bertahan sampai tahun 2016 ini adalah blogger.com dan wordpress.com. sementara, jika dilihat dari perkembangannya tampaknya hanya wordpress.com yang melaju, sementara blogger.com stagnan.
sementara itu, blog platform baru juga masih sering bermunculan, seperti misalnya weebly.com, medium.com, tumblr.com, ello.co
atau yang kemudian akhirnya kandas seperti posterous.com

step
step

ketika hari blogger nasional beberapa tahun lalu, ada semacam wacana untuk mencetak blogger blogger baru, sehigga kemudian beberapa instansi ataupun pemain lokal membuat semacam blog pooling, maka kemudian ada kompasiana.com, blogdetik.com. keduanya masih bertahan, tidak seperti dagdigdug.com yang hanya sesaat.

blogger dan blog sempat jadi issue hangat ketika terjadi perseteruan dengan berbagai pihak. seperti dengan presiden/pemerintah, dengan orang yang mempunyai massa, politikus.

salah satu perseteruan kemudian┬ámemunculkan jargon┬á“blog adalah tren sesaat”. itu tercetus sekitar tahun 2008-an.

namun perkiraan itu ternyata tidak terlalu tepat, karena yang terjadi blogging sekarang sudah bergeser dan berkembang, agak berbeda dengan blogging tahun 2000an akhir. sekarang blog seperti bertransformasi keberbagai jenis blog baru, misalnya┬ápodcasting – blogging dengan ngomong, dan yang terakhir ini adalah vlogging – blogging dengan video.

setelah tahun 2007-an blogging berevolusi, diawali dengan microblogging – blogging dengan jumlah karakter terbatas (twitter), atau pemain lokalnya dulu kronologger,
dan kemudian microblogging ini bertransformasi lagi menjadi social media, dulu pernah ada friendster, dan kemudian akhirnya facebook.

nah kembali ke gue. apa yang bisa dikaitkan antara blog, blogging dengan hari blogger nasional 2016 ini?
biarpun blogger angkatan gue (yang gue kenal baik virtually ataupun in real life) sudah bisa dihitung jari, gue tetap konsisten ngeblog.
awal gue ngeblog adalah cuma ingin menuliskan hal apapun yang terlintas diotak gue.
gue punya kemampuan mengingat yang buruk, jadi buat gue menuliskan apa yang pernah terlintas diotak gue, bisa jadi semacam pemicu ingatan. walaupun terkadang gue heran sama blogpost gue, “lah emang gue yang nulis itu?! kayanya gak inget pernah nulis hal seperti itu” ┬á­čśÇ

sehingga karena tak bertujuan, bisa dibilang ga ada hal yang bisa gue peroleh dari gue ngeblog puluhan tahun ini.
kemampuan menulis gue gak berkembang, apalagi dapat hadiah dari kontes ngeblog, #eh *lirik bloggercampid ­čśŤ

yah, akhirnya gue ngeblog kalau gue ingin, kalau gue bisa, kalau gue inget.
dan gue masih yakin blog gue ini akan masih tetap ada selama gue masih bisa bayar domain dan hostingnya ­čÖé

 

Older posts
Newer posts