kemarin sengaja cuti untuk nganter ran ke acara farewell bos nya di restoran padang garuda di persimpangan jalan sabang. kebetulan juga kedatangan yeyen dan doni dari subang. walhasil, jadilah rame-rame pergi, dengan rafaro serta denny ikut.
gue markir mobil di pelataran depan java-department store. trus gue, ran, denny, rafa ke restoran garuda, sementara yeyen, doni, tasya, mami jalan-jalan.
selesai acara, rafa sudah harus menyusui, clingak-clinguk di dalam restoran, dimana bisa lokasi yang nyaman untuk menyusui rafa. ada musholla, pas diliat, karena saat itu udah masuk waktu dzuhur, ternyata ada yang sholat, cowok.
sebenernya kalau mau nunggu, mungkin bisa, tapi denny yang pada dasarnya ga bisa diem, minta turun, teriak-teriak, bikin riweuh, akhirnya gue putusin untuk ketempat yang lebih nyaman, siapa tau di java dept. store ada tempat menyusui.
dan, sampe di java dept. store, ternyata ga ada tempat yang dimaksud. karena yeyen, dll lagi di McDonald Thamrin, gue minta tanyain sama petugasnya ada tempat menyusui ga disana?. dan ternyata ga ada juga.
wah..
akhirnya, di mobil, kaca film yang rada gelap, ditambah nyalain ac, lumayan nyamanlah.
di beberapa mall yang lumayan gede, seperti plaza senayan, ada tempat untuk ibu menyusui menyusui atau membereskan popok anaknya. bahkan di mega mall pluit, walaupun sederhana, ada ruang ibu dan anak yang cukup luas dan tersedia air dispenser untuk bikin susu.
bahkan menurut @silverlines, bahkan di rumah sakit pun sebagian besar tidak ada tempat / ruangan untuk ibu menyusui. sungguh tragis sih, tapi seperti yang gue bilang dipercakapan gue dengan @silverlines di twitter, ternyata para ibu itu survive dengan keadaan seperti itu. mungkin karena itu pula lah, para pengelola pusat perbelanjaan / restoran merasa ga guna banget untuk menyediakan tempat ibu menyusui di gedung mereka.
hal kaya' gini, bikin gue yang (sok) berpikiran praktis, jadi males ngajak keluarga gue pergi jalan-jalan ke pusat perbelanjaan/restoran, ribet, dan repot, dan kasihan anak-anak gue.