ditulisan ini gue cuma mau fokusin ke hal-hal lalu lintas. seperti yang sering gue amati, di beberapa tempat seperti persimpangan sarinah, persimpangan pasar baru, persimpangan dokter sutomo, itu para polantas ga guna banget. ada yang melanggar rambu (lalu lintas) di depan mata tu polantas, di cuekin. buat gue yang berusaha banget ga melanggar rambu jadinya gondok banget. super gondok.
Tiap hari gue dirugikan sama polantas yg ga menindak pelanggar lalulintas, udah capek-capek tertib diperlakukan sama kaya yg ga tertib
— snydez (@snydez) September 22, 2012
nanti giliran gue melanggar hal hal ga penting yang ringan seperti misalnya ga menyalakan lampu motor - karena kelupaan, ga sengaja, eh malah disetopin dan ditilang.
beberapa contoh kasus, sore hari jam 5-an, persimpangan pasar baru - hotel golden itu parah banget, yang mau kekanan cuma dikasih satu lajur, karena lajur paling kanannya sudah dipakai untuk busway. nah ada mobil , motor yang masuk busway dan pada saat bersamaan , kendaraan yang mau kekanan dapat giliran hijau. eh motor mobil yang dari busway ternyata pengen lurus, dan maksa. eh polantas yang persis berhadapan dengan kondisi itu, cuek aja.
nah kalo pelanggaran rambu dicuekin gitu aja, walhasil para pelanggar lalu-lintas merasa aman. merasa itu adalah hal biasa. jadi lain kali juga melakukan lagi. itu baru pikiran satu orang pengendara, tapi kahn orang sini itu membebek, walhasil begitu melihat orang lain ga diapa-apain sama polantas, dia juga merasa ikutan aman.
polantas mau seberapa buncit perutnya juga ga dianggap, dimana rasa takut sama polantas juga sudah hilang.
Itu tmc emang bisanya ngetweet doang. Coba lah datang ke persimpangan gunung sahari - pasar baru, sarinah, dll. Pelanggar rambu bebas aja
— snydez (@snydez) September 22, 2012
jadi kemanain itu wibawa polantas sebagai pengegak hukum, dilecehin sama pengendara karena kelakuan sendiri
kalo gue ngerti hukum , mungkin gue akan bikin class action, gue bakal tuntut semua polantas yang ga memproses para pelanggar rambu itu di'tilang' dan mereka menjalani pengadilan sendiri.
selain masalah gondok karena pembiaran pelanggaran itu, hal yang lebih serius adalah terjadinya kecelakaan.
pada malam hari, beberapa kali gue ngeliat kecelakaan di persimpangan sarinah, karena yang satu maksa belok, sementara yang lurus juga ga ngeh kalo ada yang belok
nah kalo kaya' gitu emang polisi disitu mau tanggung jawab? nyawa orang lho..
yang ada malah polantasnya nyari 'untung' dari kecelakaan
intinya sih: kalo ada hal hal kecil negatif tapi dibiarin, semakin lama jadinya malah kejahatan kelas kakap. seperti yang dilansir sama broken window theory deh.
beberapa waktu lalu, gue miris banget ngeliat ada orang ngerokok di lingkungan sekolah anak gue. lingkungan TK - taman kanak-kanak. dan beberapa hari lalu gue ngeliat ada orang ngerokok di dalam lingkungan SD
]]>jika punya list data yang panjang dan banyak, kadang mata siwer juga ngecek satu-satu. tapi jika kita bisa nandain dengan warna untuk kriteria data yang kita mau, mungkin bisa jadi lebih mudah.
contoh, misalnya saya punya data dan mau ngecek data yang angkanya dibawah angka tertentu mau ditandain.

misal: jika angkanya diatas angka 7, maka ditandain.
Denny kemarin menjalani psikotest unutuk syarat masuk SD. Setelah selesai gue tanya-tanyain ngapain aja tesnya.
salah satu yang menarik buat gue adalah mengenai warna buah.
ditanyakan, warna apel apa? Denny menjawab merah.
buat beberapa orang dewasa kalau ditanya gitu bisa jadi malah balik nanya, apel mana dulu? Apel malang? Apel impor?
]]>agak terheran-heran ketika menerima undangan LINE meet up. karena gue sama sekali ga pakai LINE. dan kalo ngeliat di timeline twitter gue, biasanya tweet yang berhubungan dengan LINE itu biasanya pamer score game LINE. intinya gue ga tau apa apa tentang LINE ini.
jadi gue cobalah menginstall LINE ini, begitu mau ngistall koq gue melihat selain LINE chat, dan beberapa bererapa LINE game ada aplikasi lain LINE yang tersedia di market. gue liat ada LINE camera dan LINE tools. tapi berhubung waktu, akhirnya yang gue instal cuma LINE chat.
begitu udah register di LINE chat, ternyata gue kesulitan untuk menambah teman secara manual, karena menunya cuma ada nambah friend secara otomatis lewat phonebook. walhasil gak gue apa-apain juga itu LINE chat.
sampai di tempat meet up ternyata gue kepagian, ketemu sama @dedenph (yang ngundang) dan @amasna. dan baru ada beberapa orang lain yang udah duduk-duduk.
acara dimulai dengan memperkenalkan perwakilan LINE yang menceritakan mengenai LINE dan sekarang sudah mencapai 100 juta pengguna di seluruh dunia. dan kemudian diceritakan juga produk-produk LINE.
produk-produk LINE antara lain, (lain, LINE, it's a rhyme :D)

dari sekian aplikasi LINE tersebut, mungkin untuk saat ini yang gue akan pakai baru LINE camera, kalo LINE brush berhubung masih layar kecil agak agak repot kaya'nya. sementara LINE aplikasi yang lain akan gue coba dilain waktu :D soalnya chat, game, dll tersebut bisa dibilang gue udah 'meninggalkan'nya dari jaman dulu, hehe.
cuma yang agak heran adalah pemilihan nama LINE. khan kata itu generik banget, istilahnya di dunia per-SEO-an itu berat banget untuk bisa bawa LINE ke top result. dan kalo lagi ngobrol ngobrol pun jadinya bisa salah nagkap maksudnya. LINE - lain :D
istilah kas blong ini udah sangat lama gue dengar, tapi baru kali inilah gue merasakan apa yang dinamakan kas blong ini.
jadi bulan kemarin gue mengalami dimana pengeluaran gue tak terkendali, sehingga semua tabungan dikerahkan untuk keperluan
.
jadilah beberapa minggu sebelum gajian gue harus sounding ke beberapa rekan sekitar apa kiranya masih punya tabungan yang bisa gue pinjam.
yang sialnya pun ternyata mereka lagi tight budjet jadi gak siap untuk dipinjam
sampai akhirnya si izoel bisa minjemin.
tapi itu pun bener-bener ga bisa ditahan, pengeluaran tetap ada, bahkan diluar rencana.
kaya' banjir yang kemarin melanda, air dijalanan depan rumah itu sepinggang (±70 cm), sehingga untuk mencapai rumah, harus mendorong motor melawan arus. walhasil ketika beberapa hari kemudian hendak dipakai, motornya ga mau nyala, dan harus kebengkel.
sampai pada suatu waktu sempet kepikiran untuk mencoba jasa pegadaian, berharap mungkin HTC Hero gue masih bisa laku digadaikan.
penderitaan belum selesai, hari dimana harusnya sudah ada informasi mengenai gajian, eh tertunda, baru diakhir minggu ditransfer, tapi untuk transfer antar bank baru bisa 1 hari kemudian yang notabene itu adalah hari senin, 2 hari setelah hari jum'at.
![]() |
| From terkap momen |
bener deh, jadi pelajaran banget, untuk bisa mengatur flow keuangan. jangan mentang-mentang punya uang lantai semuanya harus dibayar tunai.
ada yang namanya kredit (atau jasa kartu kredit) itu menolong mencegah pengeluaran tak terbendung, tercicil pengeluarannya sehingga cash masih bisa teralokasi untuk hal yang siapa tau lebih penting (karena hal tak terduga)
ha? gue pikir. segitunya sih, sampe ditulisin: (tanpa www).
dan memang benar. ketika gue coba buka pake www.kfk.kompas.com sama sekali ga kebuka.
sebelum jauh, coba bandingin dengan blogspot.com , misalnya snydez.blogspot.com yang bisa juga diakses dengan www.snydez.blogspot.com.
sampai disini, gue ambil singkatnya: semua adalah masalah setting. tinggal bagaimana yang nyeting ngerti soal web hosting dan pernak-pernik nya apa engga.
karena masalah setting, dan gue ga yakin ada guideline tentang apakah dan bagaimana sebuah subdomain diperlakukan. karena semua terngantung selera.

nah, sebenernya dari pada nulis kaya kompas tadi, "kpk.kompas.com (tanpa www)", ada baiknya menuliskan httpnya. jadi http://kfk.kompas.com. jadi ga perlu iseng dicoba http://www.kfk.kompas.com.
]]>yang namanya spam bukan hanya ada di online, yang offline pun banyak.
salah satunya di rumah ini.

lihatlah betapa jauh jarak antara tanah (tidak terlihat - namun bisa diperkirakan) dengan mesin AC diatasnya.
lalu tanpa sengaja pas ngedongak keatas, ngeliat sesuatu yang janggal, ada yang tertempel warna kuning di bracket mesin. setelah dinanar, lah itu kaya'nya tempelan sticker sedot wc deh.astaga niat amat yang nempel. dan heran juga kapan bisa nempel, karena ini ada didalam pagar.

ckck
wow, koleksi simcard gue lumayan banyak. hehhe, dari sekian banyak sim card tersebut, seinget gue cuma 5 yang jadi nomor utama, buat nelpon-nelponan. sisanya adalah simcard untuk koneksi data.
yang masih agak gue ingat adalah ketika tahun 1999-2001 dimana penggunaan mobile phone GSM prabayar baru masih mulai. simcard pertama gue - mentari satelindo - gue beli di bandung dengan harga sekitar 300ribu untuk perdana berisi 100ribu. kalo mau dapet harga resmi, mesti ngantri di kantor providernya dari subuh.
nah ketika gue migrasi balik ke jakarta, karena masih ada istilah roaming, akhirnya gue mutusin untuk cari nomor jakarta, tapi karena trauma harga perdana yang mahal, kebetulan ada IM3 dari indosat yang bener-bener fresh provider, sehingga harga simcard nya masih murah. tapi karena berhubung nomor baru, si handphone sampe ga ngenalin nama carriernya. bahkan kadang-kadang gagal melakukan telpon karena koneksi antar provider dibeberapa lokasi masih ga nyambung. atau ada yang munculnya sebagai private number sehingga banyak yang ga mau terima telponnya.
kemudian masuklah era modem gprs, modem 3G, yang memicu gonta ganti sim card hanya karena promo 3G nya. disinilah sim card gue beranak pinak.
]]>konon istilah ceban ceria dicetuskan oleh robin untuk masa-masa atau waktu dimana harga aplikasi di app store dijual/didiskon seharga USD 1.00 atau sekitar IDR 10ribu.
buat beberapa orang, ceban ceria ini tentu disambut dengan suka cita. karena jeda waktu penjualan yang singkat, kalau berhasil membeli aplikasi yang diincar dengan harga 10ribu menjadi kepuasan tersendiri.
termasuk gue beberapa kali dengan bahagia membeli aplikasi dimasa ceban ceria ini.
sampai pada suatu waktu, ceban ceria menjadi cepekceng derita.
semua pembelian di appstore menggunakan kartu kredit.
dari sisi pandang penggunaan kartu kredit, bisa dibilang gue sangat jarang menggunakannya, sampai ketika gue terbawa arus ceban ceria ini.
pada suatu waktu, gue sangat yakin seyakinnya gue ga belanja apa apa pakai kartu kredit, entah itu belanja di hyper market, atau hal-hal lain yang memang kadang memerlukan bayar pake kartu kredit dulu.
karena merasa ga belanja apa pun, gue dengan pedenya sama sekali ga ngebuka lembaran tagihan yang datang, karena gue yakin paling tagihannya Rp. 0,-
sampai dibulan depannya, ketika datang tagihan baru, ternganga gue melihat ada baris 'late charges'. WHATTT!
gue buka lah lembaran tagihan bulan lalu.

Uploaded with ImageShack.us
ternyata, apa yang gue sangka tidak belanja apa apa, ternyata gue belanja 1 aplikasi di appstore di periode ceban ceria tersebut. tagihannya sih ga lebih dari Rp. 9500,-
tapi karena ada pembelanjaan, walhasil kartu kredit sistemnya langsung berhitung. ketika tagihan itu ga dibayar. gue dikenai denda sebesar 75.000 rupiah,
nyesek. belanjanya cuma ceban, tapi tagihannya + biaya administrasi .. total total nyaris 100ribu rupiah :(