displaying post under muda category
click here to return to normal mode
"hey i'm going to ask you US$ 20.000 question!" gitu kata seorang client yang tiba tiba muncul deket cubicle gue, untuk menanyakan sesuatu ke gilbert yang duduk persis disebelah belakang gue.
kalo gue tilik sekilas, pertanyaan nya sih gak terlalu sulit, tapi cukup bikin gilbert menjawab agak lama..
nah sekarang, kalo gue juga melemparkan hal yang sejenis, pertanyaan gampang tapi mungkin dijawab agak lama, kira kira berapa harga pertanyaan gue itu?..
pertanyaan gue,
"bagaimana cara seorang cewe - berkulit terang - rambut terhilite dark brown - pake rok sejengkal di atas lutut, naek bemo?"
jawabannya yang paling cepet bisa kejawab mungkin,
"ya tinggal duduk aja di kursi penumpang nya bemo"
tapi kalo seorang pervert mungkin agak lama ngejawabnya, karena harus ngebayangin dulu
>
fakta : bangku bemo tidak lebih tinggi dari dingklik - bangku kecil yang biasa dipergunakan untuk mencuci baju.
fakta : orang yang duduk dengan posisi rendah, mengakibatkan celana/rok nya pasti tertarik ke arah atas. jadi matematisnya, orang yang mengenakan rok sejengkal dibawah lutut jika duduk di bemo akan mengakibatkan roknya tertarik sampe lutut.
dan sekarang jika seseorang mengenakan rok sejengkal diatas lutut, sampe sebanyak apa roknya akan tertarik? hitung sendiri (atau bayangin aja sendiri)
mengenakan celana panjang yang tidak menarik perhatian cowo aja udah susah untuk bergerak turun dari bemo, banyagin kalo ternyata make rok pendek gitu,
ya, kesimpulannya, gue pun gak punya jawabannya 
yang bisa gue lihat adalah fakta, ketika tu cewe turun dari bemo, sambil berjalan - dari pager utama gedung sampe pintu depan gedung, sibuk narikin roknya supaya turun kebawah 
selagi diperiksa, sana sini, trus dokternya minta sesuatu "coba tolong ambilkan saya stetoskop"
salah seorang dengan segera mengambil stetoskop yang terdapat disekitar situ.
ketika menerima stetoskop, dokternya nanya "fungsi stetoskop apa?"
yang ditanya agak kaget + heran, trus menjawab dengan tidak tegasnya.
gue jadi nyengir dalam hati,
iya ya.., kadang kadang kita ditanyakan hal kecil yang seharusnya menjadi expertise kita, eh malah blank dan gelagapan.
tapi kalo gue perhatiin mereka (para co-as) itu juga ga ngapa-ngapain selain ngeliatin dokter nulis apa, dengerin dokter ngomong apa ke pasien, mereka kaya'nya jarang banget ikut berinteraksi dengan pasien si dokter, mereka hanya secara pasif berada di ruang praktek itu.
tapi untuk hari ini para dokter co-as itu agak beruntung dibanding rekannya minggu lalu (yang ditanyain soal stetoskop),
hari ini gue bawa foto rontgen kepala gue, dan dengan serta merta dokter nya menjelaskan secara detail analisa dari foto itu, menjelaskan apa pengaruh hidung ke telinga gue, dst, dsb, dll.
ditambah, gue di perlihatkan replika bagian dalam hidung, sambil dijelaskan, apa kenapa nya dan apa yang terjadi di idung gue. 
semoga para co-as itu gak jadi kaya' dokter yang punya primbon mimpi ini aja hehehe 
staying-alive.org
stop beri uang
Indonesia Help
tunascendekia
the ONE
merapi - gempa jogja
wwf indonesia
act - aksi cepat tanggap
nattever.
sepatumerah.
blogombal.
Blurted Thoughts.
Cluster One.
techvolution.
Simplicity in Life.
andaka.
istribawel.
zuper zexy girl daily.
ikez.
mdamt.
apri.
Mementoes: The Big Fat Virtual Swear Jar.
luigi.
nuniek.
nofie iman.
ferdiriva.
prabowo.
end of perfect day.
Jakarta`s byte bite.
uli.
menikah.
Muli`s Commune.
ngantor.
gambrengan.
just my opinion.
my treo650.
micko.
richoz.
blog indonesia.
tumblr tublz.
...
[ew].
planet kronologger.
Denny.
praditya.
sekadar blog.
super mandra bros.
chickenstrip, ubuntu.
blogcatalog.
elation.
paamayim nekudotayim.
You Say Why, I Say Why Not.
& `Get Lots of Sleep!!.
bLub.
serenity.