tips mencetak foto

handphone adalah barang sehari-hari yang selalu dibawa kemana-mana, setelah dompet. karena itu sangat besar kemungkinan bahwa dalam satu hari ada momen yang terekam terpotret menggunakan henpon.

dalam hitungan 2 atau 3 bulan, handphone berstorage seadanya akan segera kehabisan space.
untuk pengguna advance, foto-foto tersebut bisa dipindahkan ke storage lain, misalnya harddisk di komputer, atau bahkan di NAS mereka.
namun untuk pengguna novice, kadang mereka mengeluh bahwa handphone mereka penuh, tanpa tau harus bagaimana, dan ujung-ujungnya me(/di)lakukan tindakan ekstrim menghapus data-data di handphone termasuk menghapus foto-foto.

nah foto-foto yang tersimpan di media penyimpanan ini bisa terkena imbas dari digital dark age, kiamat file-file digital, karena itu -kadang- memindahkannya kembali ke analog bisa menolong, dengan mencetak foto-fotonya.

terakhir gue mencetak foto mungkin dua atau tiga tahun lalu. dan sekarang ketika akan mencetak lagi, ada beberapa hal yang gue miss akan hal-hal yang menyebalkan ketika mencetak foto.

hal yang paling menyebalkan dari mencetak foto sekarang ini adalah, semakin sedikit gerai pencetakan foto.
fuji film yang dulu ada banyak, kemudian dikonversi menjadi 7-eleven, dan kemudian studio fotonya musnah.
di beberapa tempat, ada beberapa yang masih bertahan, seperti di jalan sabang, dan beberapa lokasi lain harus googling dulu untuk cari lokasi pencetakan foto.

hal berikut yang menyebalkan adalah operator mesin cetak kadang sama sekali ga punya sense akan foto yang bagus tercetak itu bagaimana.
jadi ketika foto yang ukurannya ga pas dengan ukuran orderan, dia akan nyetak begitu aja tanpa usaha untuk meng-crop ataupun mengatur supaya hasil cetakannya bagus.

jadi, untuk mencegah pencetakan foto dengan hasil yang mengecewakan, pastikan elo tahu ukuran foto yang elo mau cetak. dan harus tahu dalam ukuran cm.

jadi, jika elo mau cetak 4R, elo harus tau kalau 4R itu ukurannya 10,6 cm x 15,24 cm.
lalu bulatkan ukurannya sehingga menjadi 10 cm x 15 cm.
lalu edit/resize/crop-lah semua foto 4R elo untuk bisa masuk dalam ukuran tersebut.
gagal melakukan itu, siap siap aja mendapatkan cetakan foto yang ada border/lis putih (warna kertas foto)-nya

 photo foto_lis_putih_zpsm8zw4u92.jpg

di tempat gue kemarin mencetak, petugasnya meng-copy-kan file yang gue bawa ke komputer mereka. lalu mereka akan memilah mau cetak ukuran berapa saja (jika misalnya banyak beda ukuran).

foto yang gue cetak, berbagai ukuran, ada 3R, 4R, 8R, 10R.
dari awal, semua foto sudah gue sesuaikan ukurannya, tapi dengan ukuran inchi (misal 4R itu 4″ x 6″), dan sudah dipilah dalam folder bernama masing-masing ukuran.

ketika si petugas membuka file-filemya, ternyata ukuran yang dipakai untuk mencetak di tempat dia adalah dalam cm, dan dibulatkan. walhasil semua foto-foto tersebut harus di-crop atau di-edit kembali supaya sesuai dengan format mesin mereka.

setelah beberapa foto diedit oleh petugas tersebut, jadi gue merasa aman nih, foto gue bakal beres. jadi tinggal gue ambil besoknya.
tapi ternyata, yang shift besoknya ga ngerjain nge-croping foto-foto gue, langsung aja dicetak. hasilnya: setengah dari foto yang yang tercetak jadi ada lis putihnya.

lalu hal yang perlu diperhatikan untuk mencetak 8R dan 10R adalah, ada ukuran 8RS dan 10RS.
jadi gue sudah punya frame foto berukuran 8R, yaitu 8″ x 10″, tapi ternyata foto yang mau gue cetak itu lebih panjang dari 10″ sehingga akhirnya operatornya mencetaknya dalam versi 8RS yaitu 8″ x 12″. ya ga muat deh di frame yang sudah tersedia.

kemudian untuk yang mau cetak 8R keatas, pastikan diedit resolusi fotonya menjadi 300 dpi. karena dari kamera atau handphone, biasanya cuma 72 dpi.
kalau cetak besar dengan 72 dpi akan terlihat pecah-pecah.

 

snydez

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *